Berita

Presiden terpilih Prabowo Subianto/RMOL

Politik

Prabowo Harus Pilih Kabinet Tak Rakus Kekuasaan

SENIN, 26 AGUSTUS 2024 | 08:43 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Presiden terpilih Prabowo Subianto ingin membangun demokrasi yang sehat di Indonesia dengan menyinggung soal haus kekuasaan dalam Kongres PAN.

Analis politik dari Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga berpendapat, lewat pernyataannya tersebut Prabowo memberikan peringatan kepada para pejabat agar tidak tamak kekuasaan.

"Ini artinya, Prabowo sejak awal sudah menyampaikan peringatan dini bahwa ia tak menyukai pihak-pihak yang rakus kekuasaan," ucap Jamiluddin kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Senin (26/8).


Jamiluddin mengatakan, harapan Prabowo itu tentu layak diapresiasi. Pasalnya, pernyataan Prabowo memiliki makna mendalam dan berusaha agar demokrasi terbangun dengan baik.

"Sebab Prabowo tampaknya ingin membangun demokrasi, terutama dalam memperopeh dan mempertahankan kekuasaan haruslah bersandarkan pada prinsip-prinsip demokrasi," kata Jamiluddin.

Ia menambahkan, Prabowo perlu merekrut orang-orang yang tidak rakus akan kekuasaan dalam struktur kabinetnya di pemerintahan yang akan datang.

"Untuk itu, Prabowo perlu memilih kabinetnya yang tak rakus kekuasaan. Dengan cara ini, Prabowo sudah tidak memberi ruang kepada sosok rakus kekuasaan untuk menjadi menteri," demikian Jamiluddin.

Dalam pidatonya pada penutupan Kongres VI PAN yang berlangsung di Kempinski, Jakarta, pada Sabtu malam (24/8), Prabowo menekankan politik tidak hanya sekadar mengatur kekuasaan, tetapi juga upaya untuk mendapatkan mandat dari rakyat guna menjalankan pemerintahan demi kesejahteraan mereka.

Namun, Prabowo juga menyoroti bahaya dari nafsu kekuasaan yang tidak terkendali, terutama jika kekuasaan itu dikejar tanpa memikirkan kepentingan rakyat dan malah diatur oleh kekuatan lain yang tidak sejalan dengan kebutuhan masyarakat.

"Walaupun mereka-mereka yang terlalu haus dengan kekuasaan, dan kadang-kadang kekuasaan itu hendak dibeli, hendak diatur oleh kekuatan-kekuatan lain, nah ini yang bisa mengganggu dan bahkan merugikan suatu bangsa,” tandas Prabowo.




Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya