Berita

Presiden Joko Widodo pada Kongres Nasdem/RMOL

Politik

Presiden Jokowi Singgung Partai Nasdem yang Tidak Sejalan di Pilpres 2024

MINGGU, 25 AGUSTUS 2024 | 21:55 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Presiden Joko Widodo menyinggung Partai Nasdem yang tidak sejalan dengannya pada Pemilu 2024 kemarin. Padahal, 2 pemilu sebelumnya, Nasdem mendukung Jokowi.

Dalam sambutan di acara pembukaan Kongres ke-III Partai Nasdem, Jokowi mengatakan, bahwa dirinya memiliki sejarah dan cerita panjang bersama Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.

"Dimulai tahun 2014, saya ingat betul, Nasdem saat itu adalah partai pertama yang mendeklarasikan saya dalam pencalonan sebagai presiden," kata Jokowi di JCC Senayan, Jakarta, Minggu malam (25/8).


Kemudian pada 2019 kata Jokowi, Nasdem juga kembali mencalonkannya dengan dukungan tanpa mahar atau politik tanpa mahar.

"Itu yang saya kira sangat bagus untuk pendidikan perpolitikan di negara kita Indonesia. Terima kasih juga saya ucapkan untuk Partai Nasdem. 2014-2019, mulai pencalonan, setelah terpilih, dan dalam menjalankan pemerintahan dalam 10 tahun ini, saya sangat merasa didukung penuh oleh Partai Nasdem," jelas Jokowi.

"Ya, walaupun di 2024, sempat tidak jalan. Bang Surya di satu di perubahan, kemudian yang satunya lagi di keberlanjutan. Ya, enggak apa-apa, biasa itu wajar. Kita bisa saling memahami dan kita juga bisa saling mengerti mengenai perbedaan itu," sambung Jokowi.

Menurut Jokowi, ketua partai politik yang paling banyak bertemu dan berdiskusi dengannya adalah Surya Paloh.

'Karena memang hubungan saya dengan Bang Surya sangat natural, sangat alami, sangat nyata dan apa adanya. Kami bisa sangat dekat, walaupun juga sering berbeda pendapat. Kami bisa saling menemukan kecocokan, walau juga banyak di tengah-tengah itu ada ketidakcocokan. Kami bisa saling mengerti, walau kadang-kadang setelah mengerti juga bingung sendiri-sendiri. Saya pernah, salaman hari ini salaman, sepakat, lalu seminggu kemudian beda. Gak apa-apa, saya kira sangat bagus. Tapi kembali, ya itulah politik. Kita punya cita-cita yang sama, menggapai Indonesia emas di 2045," pungkas Jokowi.


Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Aplikasi Digital Berbasis White Label Dukung Operasional KDKMP

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:59

Wamenaker Fasilitasi Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial di Multistrada

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:43

DPD Dorong Kemenko Polkam Lahirkan Peta Jalan Keamanan Papua

Kamis, 14 Mei 2026 | 05:28

Mengoptimalkan Potensi Blue Ocean Economy

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:53

Wagub Lampung Minta Gapembi Kawal Pemenuhan Standar MBG

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:35

Analis Geopolitik: Tiongkok Berpotensi sebagai Global Stabilizer

Kamis, 14 Mei 2026 | 04:23

Prabowo dan Tumpukan Uang

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:58

ANTAM Tetap Fokus Jaga Fundamental Bisnis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:46

Sukseskan Program Nuklir, PKS Dorong Pembentukan Kembali BATAN

Kamis, 14 Mei 2026 | 03:23

Paradigma Baru Biaya Logistik

Kamis, 14 Mei 2026 | 02:59

Selengkapnya