Berita

Jokowi di Gedung Bursa Efek

Bisnis

Jokowi-MK Bisa Ganggu IHSG, Rupiah Semoga Positif

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 17:06 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Gerak positif kembali mewarnai jalannya sesi perdagangan pertengahan pekan di Bursa Wall Street. Seluruh indeks mampu membukukan penguatan meski dalam rentang moderat. Pelaku pasar dilaporkan kembali mampu mengapresiasi rilis dari hasil pertemuan pimpinan Bank Sentral AS, The Fed, yang menyiratkan lebih jelas terkait penurunan suku bunga.

Dalam dokumen FOMC Minutes yang dirilis menyebutkan, para pimpinan The Fed yang meyakini sejumlah besar data perekonomian terkini yang siap untuk dilakukan penurunan suku bunga. Sikap tersebut menjadikan investor yakin sepenuhnya bahwa pertemuan pimpinan The Fed pada September mendatang akan menghasilkan keputusan penurunan suku bunga.

Optimisme kemudian berlanjut dengan aksi akumulasi dalam taraf yang tak terlalu besar. Situasi ini kemudian menghantarkan gerak naik Indeks kembali terjadi. Indeks DJIA naik tipis 0,14 persen dengan menyisir posisi 40.890,49, Sedangkan Indeks S&P500 terangkat 0,42 persen setelah menutup sesi di 5.620,85, dan indeks Nasdaq yang menanjak 0,57 persen dengan singgah di kisaran 17.918,99.


Lonjakan indeks yang kembali hanya mengandalkan sentimen ekspektasi dari aksi The Fed kali ini terlihat agak dipaksakan, hal Ini terutama terlihat dari gerak naik yang berada di rentang sempit di tengah minimnya sentimen lain. Sementara dari sesi perdagangan after hours Kamis pagi Ini waktu Indonesia Barat terlihat gerak Indeks Wall Street yang masih positif namun berada di rentang yang lebih sempit. Akibat dari situasi ini, sesi perdagangan saham di Asia diyakini akan kembali cenderung terjebak di rentang terbatas.

Pantauan terkini dari jalannya sesi perdagangan di Bursa Utama Asia menunjukkan, indeks Nikkei (Jepang) yang melemah tipis 0,01 persen di 37.947,54, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) menguat 0,33 persen di 2.710,06, dan indeks ASX200 (Australia) naik moderat 0,26 persen di 8.031,00.

Catatan rim riset RMOL memperlihatkan, agenda rilis data perekonomian terkini yang akan mewarnai jalannya sesi perdagangan hari ini, Kamis 22 Agustus 2024. Rilis data tersebut menyangkut Indeks PMI flash untuk wilayah Jerman dan Inggris pada sore hari sekitar jam 14.00wib hingga jam 16.00wib, serta Amerika Serikat yang akan dirilis pada jam 20.45 WIB. Perhatian investor di Asia diperkirakan akan lebih tertuju pada rilis data tersebut disamping bekal positif dari Wall Street.

Terkhusus pada Bursa saham Indonesia, gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengikuti irama di Asia, namun sentimen domestik akan kembali mewarnai sesi perdagangan kali ini. Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan, langkah Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang terkesan mendapat persetujuan dari Presiden Jokowi dan dinilai menganulir keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait pilkada, kini telah memantik risiko aksi massa turun ke jalan. Situasi perpolitikan nasional kini terlihat kian berisiko untuk lebih memanas.

Pelaku pasar di Jakarta sangat mungkin akan memberikan porsi perhatian pada sentimen domestik tersebut. Namun secara keseluruhan, prospek IHSG Masih cenderung positif meski dalam rentang moderat. Gerak IHSG berisiko mememui situasi rawana.bila memanasnya suhu politik sulit dikendalikan.

Rupiah Masih Prospektif

Situasi sedikit berbeda diperkirakan akan hinggap di pasar uang Asia. Sentimen dari kembali melemahnya Indeks Dolar AS diyakini akan memberikan bekal penting bagi mata uang Asia untuk kembali membukukan penguatan. Laporan lebih jauh menyebutkan, seluruh mata uang utama Dunia yang kembali berhasil melonjak hingga melampaui level psikologis nya masing-masing.

Mata uang Euro hingga sesi perdagangan pagi Ini di Asia terlihat telah berada di kisaran 1,1150-an setelah pada Kamis dinihari menjangkau kisaran 1,1173, sementara mata uang Poundsterling kini berada di kisaran 1,3091 setelah sebelumnya menembus level psikologis pentingnya di kisaran 1,3100.

Penguatan mata uang utama Dunia yang relatif Masih mampu bertahan hingga pagi ini di Asia akan menjadi penopang bagi mata uang Asia untuk menguat. Hal yang sama berlaku bagi Rupiah yang pada sesi perdagangan kemarin terseret di zona merah akibat potensi teknikal nya.

Tinjauan teknikal terkini tim riset RMOL menunjukkan, tren penguatan Rupiah yang Masih solid yang sekaligus mengindikasikan peluang besar bagi Rupiah untuk mengkandaskan Dolar AS lebih jauh. Rupiah bahkan kini Masih berpeluang untuk menghantarkan Dolar AS di kisaran Rp15.000.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya