Berita

Michael Moystyn, CEO B’Nai Brith Canada, berbicara kepada media pada tahun 2017Toronto Star

Dunia

Bikin Panik, Ratusan Organisasi Yahudi di Kanada Terima Email Ancaman Bom

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 12:29 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Lebih dari 100 sinagoga (tempat ibadah umat Yahudi), organisasi Yahudi, dan dokter di beberapa kota di seluruh Kanada menerima email ancaman bom dari orang tidak dikenal. 

Angkatan Kepolisian Kerajaan Kanada (RCMP) Kanada mengonfirmasi adanya surat ancaman bom yang disebar ke sejumlah lembaga Yahudi di seluruh Kanada. 

"Penegak hukum juga bekerja sama dengan para pemimpin berbasis agama untuk memastikan mereka memiliki informasi dan dukungan yang mereka butuhkan," kata juru bicara Kepolisian Ottawa, seperti dikutip dari CP24 pada Kamis (19/8). 


RCMP mengatakan pihaknya bekerja sama dengan penegak hukum setempat untuk memastikan lokasi aman, dan Program Keamanan Nasional Kepolisian Federal sedang menyelidiki sumber ancaman tersebut.

Beberapa pemimpin Yahudi mengatakan polisi telah mengonfirmasi tidak ada kekhawatiran akan kekerasan fisik, tetapi dampak dari email yang mengancam itu masih sangat parah.

Email tersebut berisi ancaman kematian dan kekerasan fisik dan mengindikasikan tujuannya adalah untuk menimbulkan teror.

"Sungguh mengerikan mendengar lebih dari 100 lembaga Yahudi di seluruh negeri diancam pagi ini," kata Michael Levitt, CEO Friends of Simon Wiesenthal Center.

Ancaman terbaru muncul di tengah meningkatnya antisemitisme di Kanada menyusul serangan Hamas pada 7 Oktober di Israel musim gugur lalu, dan respons militer Israel berikutnya di Gaza. 

Laporan tahunan B'nai Brith Canada pada bulan Mei mengatakan laporan insiden antisemit meningkat dua kali lipat pada tahun 2023, di Kanada termasuk 77 insiden yang disertai kekerasan.

Dalam sebuah pernyataan, polisi Toronto mengatakan mereka telah mengevakuasi gedung-gedung di ujung barat kota dan menyelidiki ancaman bom.

"Kami terus menangani kemungkinan dampak di Toronto," kata petugas hubungan media Shannon Eames.

Seorang juru bicara dari B'nai Brith mengatakan kantor mereka di Toronto disisir untuk mencari bahan peledak sebagai tindakan pencegahan.

Eta Yudin, wakil presiden Quebec untuk Pusat Israel dan Urusan Yahudi mengatakan tidak ada ancaman dan bahwa email tersebut tampaknya disebarkan untuk memicu ketakutan massal. 

"Orang Yahudi Kanada tidak akan terintimidasi. Kami akan terus mengambil bagian dalam masyarakat Kanada dan kehidupan Yahudi. Kami akan tetap waspada, tetapi kami tidak akan pernah terintimidasi," tegasnya. 

Email tersebut juga dikirimkan ke beberapa dokter yang bekerja di rumah sakit di wilayah Ottawa.

Seorang juru bicara dari Rumah Sakit Queensway Carleton di kota itu mengatakan polisi menetapkan bahwa situasinya berisiko rendah tetapi melakukan penyisiran ekstensif di rumah sakit dan area sekitar.

Telah terjadi beberapa insiden kekerasan yang menargetkan lembaga-lembaga Yahudi tahun lalu, termasuk pemboman sinagoge dan pusat-pusat komunitas di Montreal dan Vancouver, dan penembakan yang dilepaskan di sekolah Yahudi di Toronto.

Pada bulan Desember, RCMP menangkap seorang remaja Ottawa dan mendakwanya dengan kegiatan terorisme yang menargetkan orang-orang Yahudi, termasuk mengomunikasikan memerintahkan seseorang untuk melakukan kegiatan teroris terhadap orang-orang Yahudi.

Seorang pemuda kedua ditangkap dan didakwa dengan pelanggaran terorisme dalam kasus yang sama pada bulan Februari.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

UPDATE

13 Langkah Komprehensif Kuatkan Rupiah

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:11

Dua Guru Magelang Didakwa Korupsi Modus Pungli Peserta PPG

Rabu, 03 Juni 2026 | 06:00

Bukan Dapur Asal Ngebul

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:26

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

Putusan MK soal Keterwakilan Kuota Perempuan Berikan Keadilan Gender

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:14

Syafrin Liputo Dituntut Bawa Jaksel Lebih Maju, Inklusif, dan Sejahtera

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:01

2.081 Polisi Kawal Ketat Piala AFF U-19 2026

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:22

Korban Kebakaran Kemayoran

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:19

Multipolaritas Harus Jadi Jalan Kerja Sama, Bukan Konfrontasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 04:09

KDM Sikat PKL Usai 30 Tahun Berkuasa di Bandung

Rabu, 03 Juni 2026 | 03:45

Selengkapnya