Berita

Gedung DPR RI/Ist

Politik

BEM SI Segera Konsolidasi Kepung DPR RI

KAMIS, 22 AGUSTUS 2024 | 05:14 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) memastikan akan melakukan konsolidasi dalam beberapa waktu ke depan untuk "mengepung" gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat.

Begitu penegasan yang disampaikan Koordinator Pusat BEM SI Kerakyatan, Satria Noval Putra Ansar dalam acara "Konsolidasi Netizen X Indonesia Darurat Demokrasi" di Space X atau Twitter yang diselenggarakan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Rabu malam (21/8).

Noval mengatakan, meskipun terkait isu persyaratan pencalonan kepala daerah sebagai isu politik, akan tetapi isu konsepsi bernegara harus diperjuangkan.


"Walau memang bicara tentang isu ini tidak lebih agitatif atau tidak lebih besar simpatinya dibanding isu kenaikan BBM, kenaikan pangan, karena langsung dirasakan oleh masyarakat sipil atau menengah ke Bawah," kata Noval. 

"Tapi yang jelas, walaupun perut kita kenyang, tapi konsepsi bernegara kita hancur, bahkan dihancurkan oleh orang nomor satu di Indonesia, rasa-rasanya negeri ini tidak lagi ada harganya," sambungnya.

Noval menyebut bahwa meskipun politik berbicara tentang lobi dan negosiasi, akan tetapi secara etika politik rezim Jokowi saat ini nol.

Karena Jokowi berupaya meloloskan putra bungsuya, Kaesang Pangarep untuk mengikuti kontestasi Pilkada 2024 melalui RUU Pilkada dengan menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) nomor 60 dan 70.

"Rasa-rasanya tidak ada kata lain selain kata lawan," kata Noval.

Noval mengaku akan menyerukan dalam beberapa hari ke depan simpul-simpul konsolidasi setiap wilayah, setiap daerah, setiap kampus, setiap elemen-elemen yang lain untuk bergerak dan mengepung DPR, karena tidak bertanggung jawab pada aspirasi rakyat.



Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya