Berita

Komika Dzawin Nur Ikram/Ist

Politik

Komika Dzawin Turut Suarakan “Peringatan Darurat”

RABU, 21 AGUSTUS 2024 | 21:32 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

“Peringatan Darurat” yang tengah ramai di jagat media sosial belakangan ini disuarakan oleh berbagai tokoh hingga kalangan seniman.  

“Peringatan Darurat” yang digaungkan netizen Indonesia tersebut yakni visual logo garuda berlatar warna biru di media sosial. 

Peringatan ini muncul setelah DPR menyepakati revisi Undang-undang (UU) Pilkada yang menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang perubahan syarat pencalonan kepala daerah. 


Komika Dzawin Nur Ikram pun turut menyuarakan “Peringatan Darurat” tersebut melalui akun Instagram Pribadinya @Dzawinur

Komika asal Bogor itu pun turut menyertakan caption bernada satir dan tajam atas keprihatinannya dengan kondisi demokrasi di Tanah Air yang sudah darurat. 

“Assalamualaikum Mas. Assalamualaikum Mas. Pentingnya selesai dengan perut sendiri sebelum memikirkan perut orang lain. Supaya tidak mengatasnamakan perut orang lain untuk perut sendiri,” begitu caption yang ditulis Founder Marikcabs tersebut dikutip Rabu malam (21/8). 

Sekadar informasi, gerakan “Peringatan Darurat” itu merujuk pada ajakan untuk sama-sama mengawal jalannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Narasi yang beredar di media sosial ramai membahas soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) pada Selasa (20/8) kemarin, bahwa partai politik (parpol) tidak perlu memiliki kursi di DPRD untuk mengajukan calon kepala daerah.

Namun pada hari ini, Rabu (21/8), DPR menyepakati revisi Undang-undang (UU) Pilkada. Beberapa pihak merasa revisi UU Pilkada dilakukan untuk menganulir putusan MK.

Gambar garuda biru yang viral itu pun turut dibagikan akun kolaborasi @narasinewsroom, @najwashihab, @matanajwa, dan @narasi.tv, hingga akun-akun organisasi yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Sipil di Instagram.

Gambar itu hanya memampang gambar garuda dengan latar warna biru dongker. Di atasnya tertulis “Peringatan Darurat”.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya