Berita

Ilustrasi (Foto: Politico.com, AP)

Bisnis

PDIP Bisa Guncang KIM Plus, IHSG Tembus 7.500

SELASA, 20 AGUSTUS 2024 | 17:20 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Optimisme investor di Jakarta secara agak mengejutkan mampu menghantarkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak signifikan pada sesi perdagangan hari kedua pekan ini, Selasa 20 Agustus 2024.
Gerak naik IHSG terlihat cukup meyakinkan dengan sekaligus mencetak rekor tertingginya sepanjang sejarah. Pantauan menunjukkan, IHSG yang mencetak rekor tertingginya kali ini di 7.538,15.
Gerak IHSG juga konsisten menapak zona penguatan di sepanjang sesi perdagangan. IHSG kemudian menutup sesi dengan melonjak 0,9 persen di 7.533,98. Laporan lebih jauh menyebutkan, kontribusi sangat signifikan dari saham-saham yang tergabung dalam 20 Saham BUMN terhadap lonjakan IHSG. IDXBUMN20 tercatat melambung 1,35 persen dengan berakhir di 407,2.

Pelaku pasar di Jakarta secara keseluruhan masih belum mendapatkan sentimen yang meyakinkan dalam menjalani sesi perdagangan kali ini. Sentimen regional yang tidak terlalu berpengaruh datang dari China di mana Bank Sentral China, PBoC mempertahankan suku bunga kreditnya untuk jangka waktu setahun dan lima tahun.


Namun situasi bursa saham Asia terlihat lebih mengandalkan potensi teknikalnya usai terkoreksi curam di sesi perdagangan kemarin. Indeks Nikkei (Jepang) menutup sesi dengan melompat 1,8 persen di 38.062,92, sedangkan Indeks KOSPI (Korean Selatan) menanjak 0,83 persen setelah menatap di 2.696,63. Lonjakan tajam indeks KOSPI dan Nikkei kali ini juga bisa dilihat sebagai rebound teknikal yang mendapatkan momentum dari hijaunya Wall Street, usai mengalami penurunan curam pada sesi perdagangan kemarin.

Laporan juga menyebutkan pelaku pasar di Asia yang sempat mengarahkan perhatiannya pada keputusan bank Sentral Australia yang mempertahankan besaran suku bunga. Gerak Indeks ASX200 di Bursa saham Australia terpantau hanya naik tipis 0,22 persen di 7.997,7.

Minimnya sentimen regional berpadu dengan hijaunya indeks Wall Street pada sesi sebelumnya, terlihat berhasil mempertahankan sikap optimis pelaku pasar di Jakarta. Sentimen domestik datang dari perpolitikan nasional, di mana Mahkamah Konstitusi menurunkan syarat batas perolehan suara partai politik untuk pengajuan calon kepala daerah. Keputusan ini berdampak signifikan terutama pada pemilihan Gubernur Jakarta. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), yang kini menjadi satu-satunya partai politik di luar koalisi KIM Plus dalam pemilihan Gubernur Jakarta, berpeluang untuk mengajukan calon tanpa perlu berkoalisi. Hal Ini tentu akan mengguncang KIM Plus yang telah mendeklarasikan pasangan Ridwan Kamil - Suswono.

Namun dinamika politik di Jakarta tersebut terlihat belum berpengaruh besar pada jalannya sesi perdagangan di Bursa Saham Indonesia. Gerak IHSG justru terlihat semakin kokoh menyisir zona penguatan di sesi perdagangan sore usai rilis keputusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Sejumlah besar saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan terpantau terus menguat dalam rentang bervariasi dan cenderung tajam. Saham seperti BBRI, TLKM, BBNI, BMRI, ASII, BBCA, ICBP, INDF dan UNVR kembali menginjak zona penguatan.

Kabar tak kalah menggembirakan juga datang dari pasar uang, di mana nilai tukar Rupiah kembali melonjak signifikan. Gerak menguat Rupiah kali ini lebih dilatari oleh runtuhnya Indeks Dolar AS yang tercermin dalam lonjakan nilai tukar mata uang utama Dunia. Hingga sesi perdagangan sore di Asia, mata uang Euro, Poundsterling, Dolar Australia dan Dolar Kanada, terlihat masih terus melaju. Pantauan terkini bahkan memperlihatkan nilai tukar Poundsterling yang telah menembus level psikologis nya di kisaran 1,3000 pada sore ini di Asia.

Laporan terkait memperlihatkan, posisi Indeks Dolar AS yang telah mencapai titik terlemahnya dalam sekitar 7 bulan. Sebagaimana diulas sebelumnya, pelaku pasar uang global yang berupaya mengantisipasi pernyataan bank Sentral AS, The Fed, Kamis lusa terkait penurunan suku bunga yang diekspektasikan akan dilakukan pada September mendatang.

Situasi tersebut dengan mudah menjalar di pasar Asia untuk kemudian menghantarkan Rupiah melanjutkan gerak positif. Hingga ulasan ini disunting, Rupiah tercatat diperdagangkan di kisaran Rp15.430 per Dolar AS atau melonjak signifikan 0,73 persen. Penguatan tajam Rupiah kali ini menjadi kejutan karena telah menguat tajam di beberapa hari sesi perdagangan sebelumnya.

Sementara pantauan dari pasar uang Asia menunjukkan, gerak menguat dalam rentang bervariasi dengan penguatan tertajam terjadi pada Rupiah. Akibat gerak menguat Rupiah kali ini, tren penguatan menjadi semakin solid dan sangat berpeluang untuk meruntuhkan Dolar AS di kisaran level psikologis penting nya di Rp15.000.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya