Berita

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU), Mochammad Afifuddin, saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024, yang digelar KPU di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (20/8)/Repro

Politik

Dapat Bonus dari Jokowi, Ketua KPU Tak Bisa Tidur

SELASA, 20 AGUSTUS 2024 | 13:01 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Bonus yang diberikan Presiden Joko Widodo kepada jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU), karena dianggap berhasil melaksanakan pemilihan umum (Pemilu) Serentak 2024, membuat Ketua KPU Mochammad Afifuddin tak bisa tidur. 

Hal itu disampaikan Afifuddin saat memberikan sambutan dalam acara Konsolidasi Nasional (Konsolnas) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024, yang digelar KPU di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (20/8). 

"Kehadiran Pak Presiden, begitu semalam kita infokan ke teman-teman rasanya sebagian sudah tidak bisa tidur. Apalagi nanti kalau ada hal-hal penting dan kabar baik yang disampaikan Pak Presiden (yang ternyata mengenai bonus)," ujar sosok yang kerap disapa Afif itu. 


Dia turut mengucapkan terima kasih kepada Presiden Jokowi karena mengapresiasi kerja jajaran KPU dalam melaksanakan Pemilu Serentak 2024.

Sebab, dia menjabarkan, kinerja jajaran KPU pada 2024 ini tidaklah mudah. Selain harus melaksanakan Pemilu Serentak 2024 yang mencakup pemilihan presiden (pilpres) hingga pemilihan legislatif (pileg) DPR, DPD, serta DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, juga harus melaksanakan Pilkada Serentak di 408 kabupaten/kota dan 37 provinsi di tahun yang sama. 

"Terhitung, hingga saat ini 98 hari lagi kita menuju hari-H hari pelaksanaan Pilkada Serentak 2024 yang berlangsung 27 November. Alhamdulillah Pak Presiden, tepat 19 Agustus kemarin seluruh sengketa hasil pemilu yang berlangsung di MK yang menyisakan 7 perkara kemarin alhamdulillah bersamaan dengan konsolidasi ini seluruh perkara tersebut dinyatakan selesai," paparnya. 

Oleh karena itu, Afif menjelaskan kepada Jokowi, setelah tahap akhir Pemilu Serentak 2024, akan fokus melaksanakan tahapan-tahapan Pilkada Serentak 2024.

"Dan dengan demikian maka teman-teman penyelenggara sekarang konsentrasinya tinggal penetapan hasil pemilu untuk selanjutnya kami semua akan melaksanakan pelantikan DPR, DPD, dan juga presiden terpilih," bebernya. 

"Lebih dari itu kegiatan ini merupakan bagian dari konsolidasi kita untuk menyiapkan jajaran KPU se-Indonesia dalam rangka menghadapi Pilkada Serentak 2024," demikian Afif. 

Populer

Enak Jadi Mulyono Bisa Nyambi Komisaris di 12 Perusahaan

Kamis, 12 Februari 2026 | 02:33

Kasihan Jokowi Tergopoh-gopoh Datangi Polresta Solo

Kamis, 12 Februari 2026 | 00:45

Rakyat Menjerit, Pajak Kendaraan di Jateng Naik hingga 60 Persen

Kamis, 12 Februari 2026 | 05:21

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Dua Menteri Prabowo Saling Serang di Ruang Publik

Kamis, 12 Februari 2026 | 04:20

Cara Daftar Mudik Gratis BUMN 2026 Lengkap Beserta Syaratnya

Kamis, 12 Februari 2026 | 20:04

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

UPDATE

Tips Aman Belanja Online Ramadan 2026 Bebas Penipuan

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:40

Pasukan Elit Kuba Mulai Tinggalkan Venezuela di Tengah Desakan AS

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:29

Safari Ramadan Nasdem Perkuat Silaturahmi dan Bangun Optimisme Bangsa

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:23

Tips Mudik Mobil Jarak Jauh: Strategi Perjalanan Aman dan Nyaman

Minggu, 22 Februari 2026 | 09:16

Legislator Dorong Pembatasan Mudik Pakai Motor demi Tekan Kecelakaan

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:33

Pernyataan Jokowi soal Revisi UU KPK Dinilai Problematis

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:26

Tata Kelola Konpres Harus Profesional agar Tak Timbulkan Tafsir Liar

Minggu, 22 Februari 2026 | 08:11

Bukan Gibran, Parpol Berlomba Bidik Kursi Cawapres Prabowo di 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:32

Koperasi Induk Tembakau Madura Didorong Perkuat Posisi Tawar Petani

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:21

Pemerintah Diminta Kaji Ulang Kesepakatan RI-AS soal Pelonggaran Sertifikasi Halal

Minggu, 22 Februari 2026 | 07:04

Selengkapnya