Berita

Pengamanan ketat di KPU DKI Jakarta jelang demo, Senin (19/8)/RMOL

Politik

Hadapi Pendemo, KPU Jakarta Dibentengi Kawat Berduri dan Barrier Beton

SENIN, 19 AGUSTUS 2024 | 12:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta dijaga ketat pihak kepolisian menyusul kabar aksi protes yang akan dilakukan kelompok masyarakat.

Berdasarkan pantauan RMOL di depan Kantor KPU DKI Jakarta, di Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat, Senin siang (19/8), barrier beton tampak menutupi pintu gerbang masuk. 

Barrier setinggi 1,8 meter tersebut dilengkapi dengan kawat berduri di atasnya, serta di bagian depannya terdapat pagar besi hitam dengan tinggi yang sama. 


Sejumlah aparat kepolisian juga telah tampak berjaga di depan pintu masuk Kantor KPU DKI Jakarta. 

Berdasarkan informasi, kelompok masyarakat yang akan menggelar aksi demo adalah Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Pro Demokrasi. Mereka keberatan dengan keputusan KPU DKI Jakarta yang meloloskan bakal pasangan calon (bapaslon) gubernur dan wakil gubernur perseorangan DKI Jakarta, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana lolos pada tahap verifikasi faktual (Verfak) data dukungan. 

Kelompok aksi ini meminta KPU DKI Jakarta membatalkan Dharma-Kun sebagai bapaslon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta menyusul peristiwa pencatutan NIK KTP. 

"KPU DKI Jakarta harus mendiskualifikasi Dharma-Kun karena diduga melakukan klaim pencatutan KTP warga Jakarta untuk dukungan calon independen," demikian tuntutan yang tertulis dalam flayer undangan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Pro Demokrasi, dikutip RMOL pada Senin (19/8).

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya