Berita

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Hasan Sheikholeslami saat berkunjung di kediaman Duta Besar Iran di Jakarta pada Selasa, 13 Agustus 2024/RMOL

Global

Bikin Israel Waswas, Iran Masih Rahasiakan Waktu Pembalasan

SELASA, 13 AGUSTUS 2024 | 23:51 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dua minggu setelah kematian petinggi Hamas Ismail Haniyeh, Iran masih belum menunjukkan tanda-tanda akan melakukan serangan balasan terhadap Israel.

Sementara Israel dilaporkan tengah dalam kondisi paling siaga karena laporan intelijen Amerika Serikat meyakini serangan Iran dan proksinya akan dilakukan pekan ini.

Iran sendiri berulangkali menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan balasan sesuai dengan hukum internasional, tetapi waktu dan tempatnya masih dirahasiakan.


Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran, Mohammad Hasan Sheikholeslami belum bisa mengungkap rencana serangan balasan tersebut karena itu akan diputuskan oleh para pejabat tinggi di negara itu.

"Tentu saja bagaimana respon itu, kapan respon itu terjadi dan di mana respon itu dilakukan merupakan sebuah hal yang akan diputuskan oleh pejabat tinggi Republik Islam Iran didasari oleh kepentingan Iran," ujarnya saat berkunjung di kediaman Duta Besar Iran di Jakarta pada Selasa (13/8).

Kendati demikian, menurut  Sheikholeslami, Iran pasti akan melancarkan serangan balasan di waktu yang sangat tepat berdasarkan penilaian mereka.

"Pembalasan Iran yang merupakan hal yang mutlak. Tapi pembalasan ini akan dilakukan dalam kesempatan dan waktu yang sangat tepat berdasarkan kepentingan dan keamanan negara kami," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Wamenlu Iran kembali menegaskan bahwa Israel merupakan dalang dibalik pembunuhan Haniyeh.

"Rezim zionis Israel 100 persen bertanggung jawab atas teror ini," tegasnya, sambil menyebut Amerika Serikat juga ikut bersalah karena mendukung Tel Aviv dalam kejahatan perangnya.

Israel yakin bahwa Iran telah merencanakan serangan skala besar terhadap titik-titik strategis kritis di negara pendudukan tersebut sebagai balasan atas pembunuhan Komandan Hizbullah Fuad Shukr dan Kepala Hamas Ismail Haniyeh.

AS yang merupakan sekutu kuat Israel berusaha melindungi rekannya dengan mempercepat pengerahan armada tempur canggih ke Timur Tengah.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya