Berita

Airlangga Hartarto/RMOL

Politik

Pengamat: Intervensi Kekuasaan Penyebab Airlangga Mundur

MINGGU, 11 AGUSTUS 2024 | 19:13 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Tekanan dari kanan kiri menjadi penyebab Airlangga Hartarto mundur dari posisi ketua umum (ketum) Partai Golkar. 

Apalagi, saat mengumumkan pengunduran diri, Airlangga sangat terlihat sedang tidak baik-baik saja.

"Bisa jadi ada tekanan dari kanan kiri, sehingga yang bersangkutan pada akhirnya mundur. Jika dari raut muka dan bahasanya, nampak tidak dalam kondisi tenang, bisa jadi Airlangga mundur karena sedang akan berhadapan dengan hukum," kata Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Minggu (11/8).


Mengingat, kata Saiful, beberapa waktu lalu, Airlangga bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, serta terakhir bertemu dengan Presiden Joko Widodo.

"Bisa jadi ada kasus hukum yang akan menjerat Airlangga sehingga yang bersangkutan harus mundur. Tentu publik tercengang mendengar Airlangga dikabarkan mundur, karena tidak ada angin dan hujan tiba-tiba mengundurkan diri," tutur Saiful.

Akademisi Universitas Sahid Jakarta ini menilai, hal tersebut menimbulkan spekulasi bagi publik, terlebih Airlangga mengungkit partainya membawa pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Gibran memenangkan Pilpres 2024 yang lalu. 

Terlebih lagi, Golkar dapat dikatakan berhasil meraih kursi yang sangat signifikan pada Pemilu 2024.

"Ini tentu sebuah kejutan, meskipun publik masih mengarah kepada adanya tekanan terhadap Airlangga, bisa karena kasus hukum atau mungkin ada tekanan dari dalam pemerintahan harus mundur," kata Saiful.


Karena jika tidak, kata Saiful, maka akan ada sesuatu hal yang akan berdampak terhadap status hukum Airlangga misalnya. 

"Saya meyakini dua hal, bisa karena masalah jeratan hukum, atau intervensi dari kekuasaan terhadap Airlangga sehingga terpaksa harus mengundurkan diri," pungkas Saiful.



Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya