Berita

Waketum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia/RMOL

Politik

Airlangga Pilih Konsentrasi sebagai Menko Perekonomian

MINGGU, 11 AGUSTUS 2024 | 17:58 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Salah satu alasan Airlangga Hartarto mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Partai Golkar karena ingin fokus sebagai Menko Perekonomian.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia menjawab alasan mundurnya Airlangga Hartarto.

"Jadi Pak Airlangga lebih memilih konsentrasi sebagai Menko Perekonomian. Karena banyak program-program yang memang harus disesuaikan yang itu memang menjadi tugas dan tanggung jawab Pak Airlangga," kata Doli kepada wartawan, Minggu (11/8).


Ketua Komisi II DPR RI ini menambahkan bahwa Airlangga ingin menuntaskan pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin di bidang ekonomi sebelum nantinya digantikan oleh Prabowo-Gibran.

"Jadi, transisi di masa kepemerintahan Pak Jokowi ini kan harus juga dituntaskan dan dikesinambungkan dengan program pemerintahan yang akan datang di bawah Pak Prabowo dan Pak Gibran," katanya.

"Jadi ketua umum kami akan konsentrasi menangani masalah ini," sambungnya.

Airlangga Hartarto resmi mundur dari kursi Ketua Umum Partai Golkar pada Sabtu malam (10/8).

Airlangga mengatakan, keputusan tersebut untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat.

"Maka dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, serta atas petunjuk Tuhan yang Maha Besar, maka dengan dengan ini saya menyatakan pengunduran diri sebagai Ketua Umum DPP Partai Golkar," kata Airlangga melalui video yang diterima redaksi, Minggu (11/8).



Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Purbaya Siapkan Sanksi bagi Importir Buntut Kontainer Menumpuk

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:21

Kebakaran Rumah di Palmerah, 17 Unit dan 85 Personel Damkar Dikerahkan

Minggu, 07 Juni 2026 | 00:05

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Widiyanti Putri Wardhana dan Nusron Wahid Layak Direshuffle

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:38

Kompetisi Ketapel Antar ASN

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:19

Buzzer Jokowi Jangan Dulu Pesta, P21 Bukan Vonis Pengadilan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:00

Investor Asing Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Dana Proyek Marina Bay City ke Polda Bali

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:48

Kritik Rocky Gerung, Gumarang: Menteri Keuangan Bukan Sekadar Kasir

Sabtu, 06 Juni 2026 | 22:27

State-Driven Economy untuk Hentikan Ketimpangan dan Ketergantungan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:57

Puluhan Miliar Dana Investasi Dipersoalkan, Siapa Bertanggung Jawab di Marina Bay City?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 21:33

Selengkapnya