Berita

Sejumlah aktivis mengikuti turnamen catur Prodem di Jakarta/RMOL

Politik

Turnamen Catur, Cara Aktivis Merilis Ketegangan Pilpres

SABTU, 10 AGUSTUS 2024 | 13:52 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Turnamen catur yang digelar Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (Prodem) semata-mata bertujuan untuk mencairkan suasana para aktivis yang turut mengawal pesta demokrasi Pilpres 2024.

Demikian disampaikan aktivis senior sekaligus Presiden Komunitas Pecinta Catur Indonesia, Hatta Taliwang yang turut meramaikan turnamen di Sekretariat ProDEM, Jalan Veteran I, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (10/8).

"Dengan catur ini semua aliran bisa berkumpul, ada aliran pendukung Jokowi, pendukung Prabowo, pendukung Anies, semua bersatu. Karena moto catur gens una sumus, kita satu keluarga. Jadi dalam catur dipersatukan," kata Hatta Taliwang kepada RMOL.


Dalam sambutannya, Ketua Majelis ProDEM Iwan Sumule menyambut baik gagasan turnamen catur bersama Komunitas Pecinta Catur Indonesia kali ini.

Menurutnya, semangat yang dibawa dalam turnamen tersebut adalah membangun demokrasi pada pemerintah baru hasil Pilpres 2024, yakni Prabowo-Gibran.

"Sehingga permainan catur hari ini itu nanti bisa membuat erat kekerabatan, sehingga kita ke depan bisa mewujudkan cita-cita demokrasi kita,"  jelas Iwan Sumule.

Ditambahkan Pendiri Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan, turnamen catur ini diharapkan bisa menyatukan semua elemen bangsa setelah gelaran Pilpres 2024 demi perbaikan bangsa ke depan.

"Catur ini kita mengapresiasi teman-teman aktivis bersilaturahmi, karena kan selama ini pecah gara-gara Pilpres dan lain-lain. Dengan cara seperti ini, kita membangun kembali silaturahmi dan melupakan ketegangan-ketegangan Pilpres," kata Syahganda.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Tujuh Kader Baru Resmi Masuk PSI, Mayoritas Eks Nasdem

Sabtu, 31 Januari 2026 | 18:11

Penanganan Hukum Tragedi Pesta Pernikahan di Garut Harus Segera Dituntaskan

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:34

Kata Gus Yahya, Dukungan Board of Peace Sesuai Nilai dan Prinsip NU

Sabtu, 31 Januari 2026 | 17:02

Pertamina Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:29

Penegakan Hukum Tak Boleh Mengarah Kriminalisasi

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:11

Kementerian Imipas Diminta Investigasi Rutan Labuan Deli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 16:07

Ekonomi Indonesia 2026: Janji vs Fakta Daya Beli

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:21

Gus Yahya: 100 Tahun NU Tak Pernah Berubah Semangat dan Idealismenya!

Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:07

Australia Pantau Serius Perkembangan Penyebaran Virus Nipah

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:57

Mundur Massal Pimpinan OJK dan BEI, Ekonom Curiga Tekanan Berat di Pasar Modal

Sabtu, 31 Januari 2026 | 14:52

Selengkapnya