Berita

Foto ilustrasi (Wsj.com, AP)

Bisnis

Trump-Harris Bentrok Bulan Depan, IHSG Bakal Bangkit

JUMAT, 09 AGUSTUS 2024 | 08:03 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Secara perlahan sikap optimis investor terlihat mulai bangkit di Bursa Wall Street. Gerak naik tajam seluruh indeks terlihat meyakinkan pada sesi perdagangan Kamis 8 Agustus 2024. Sentimen positif datang dari rilis data perekonomian terkini AS menyangkut data tunjangan pengangguran.

Laporan menyebutkan jumlah tunjangan pengangguran untuk minggu lalu berada di kisaran 230.000 atau turun 17.000. Jumlah tersebut lumayan di bawah ekspektasi pelaku pasar yang sebesar 240.000. Data ini menghantarkan investor untuk meragukan data suram sebelumnya dari tingkat pengangguran yang naik, serta NFP (non-farm payroll) yang jauh di bawah ekspektasi. Kekhawatiran resesi ekonomi mengguncang AS, untuk sementara tertepis.

Pupusnya kekhawatiran resesi tersebut kemudian menghantarkan aksi akumulasi untuk melonjakkan indeks. Situasi ini kemudian mendapatkan sentimen tambahan dari pentas perpolitikan AS, di mana agenda debat capres pertama telah disetujui oleh pihak yang bersaing.


Laporan yang beredar menyebutkan kedua capres, Donald Trump dari Partai Republik dan Kamala Harris dari Partai Demokrat telah sepakat untuk menjalani debat capres pertama pada 10 September bulan depan. Kabar juga menyebut agenda debat berikutnya yang masih dalam proses.

Optimisme akhirnya semakin tumbuh hingga melonjakkan indeks dalam taraf tajam. Pantauan juga menunjukkan, gerak indeks Wall Street yang konsisten menapak penguatan tajam di sepanjang sesi perdagangan yang ditutup beberapa jam lalu. Indeks DJIA melonjak tajam 1,76 persen dengan menutup sesi di 39.446,49, sementara indeks S&P500 melompat 2,3 persen untuk menatap di 5.319,31, serta Indeks Nasdaq yang melonjak lebih tajam 2,87 persen di 16.660,02.

Laporan lebih rinci menunjukkan geliat saham-saham teknologi yang berkontribusi sangat dominan dalam lonjakan indeks kali ini. Saham Arm Holdings Plc melompat ganas 10,6 persen, Marvell Technology melambung 8,9 persen, ON Semiconductor melompat 8,8 persen, dan Intel Corp melesat 7,9 persen.

Pantauan terkini juga memperlihatkan, gerak naik indeks Wall Street yang masih bertahan hingga sesi perdagangan after hours Jumat pagi ini waktu Indonesia Barat. Sentimen positif Wall Street ini sekaligus menjadi bekal penting bagi sesi perdagangan penutupan pekan ini di Asia, Jumat 9 Agustus 2024. Investor di Asia diyakini akan berbalik melakukan aksi akumulasi dengan tajam akibat penurunan indeks yang lumayan signifikan pada sesi perdagangan kemarin.

Sentimen positif ini terpantau telah menjalar hingga pasar minyak dunia dan pasar crypto di mana harga minyak mampu berbalik menguat, sementara harga Bitcoin berbalik melambung. Hingga Jumat pagi ini waktu Indonesia Barat, harga Bitcoin tercatat telah kembali di atas kisaran $60.000.

Sementara laporan terkini dari jalannya sesi perdagangan pagi ini di Asia menunjukkan, indeks Nikkei (Jepang) yang telah melambung 1,36 persen dengan menginjak kisaran 35.303,57. Lonjakan juga mendera indeks KOSPI (Korea Selatan) yang naik 1,41 persen di 2.582,8, dan indeks ASX200 (Australia) menanjak 0,58 persen di 7.726,3.

Kepungan sentimen positif dari bursa regional ini diyakini akan mengangkat optimisme investor di Bursa Saham Indonesia dalam menutup pekan ini. Terlebih, pelaku pasar di Jakarta akan mendapatkan suntikan sentimen tambahan dari rilis data penjualan ritel pada jam 10.00 WIB nanti. Sentimen regional lain juga akan datang dari China yang akan merilis data inflasi dan dari Australia yang akan merilis data business confidence.

Catatan tim riset RMOL menunjukkan, tidak ada agenda rilis data perekonomian penting yang dominan di sesi penutupan pekan ini di pasar global. Rilis data terpenting barang kali akan datang dari Kanada menyangkut tingkat pengangguran pada jam 19.30 WIB nanti malam.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta diyakini akan melonjak di penutupan pekan, terutama bila rilis data penjualan ritel mendapatkan sambutan positif investor. Gerak turun moderat IHSG di sesi perdagangan kemarin, akan semakin membuat pelaku pasar menggebu untuk berbalik melakukan aksi akumulasi.

Situasi tak jauh berbeda diperkirakan akan terjadi di pasar uang. Laporan terkini memperlihatkan, gerak nilai tukar mata uang utama dunia yang masih cenderung bertahan di level kuatnya. Hal ini mengindikasikan, prospek positif bagi Rupiah dalam menjalani sesi akhir pekan. Sekedar catatan, Rupiah yang pada sesi perdagangan kemarin secara mengesankan mampu membukukan penguatan tajam hingga menjungkalkan Dolar AS di bawah kisaran Rp16.000.

Positifnya sentimen yang masih bertahan di pasar uang global, ditambah dengan suntikan sentimen tambahan domestik dari rilis data penjualan ritel diyakini akan menghantarkan Rupiah melonjak lebih jauh.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Kasus Korupsi Kuota Haji Masuk Babak Baru, Gus Yaqut Cs Dilimpahkan ke JPU KPK

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:19

Kericuhan Warnai Kongres VII BM PAN di Banten

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:12

Purbaya Bidik Ekonomi Digital hingga Sektor Informal untuk Dongkrak Penerimaan Pajak

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:10

Trump Sebut Mojtaba Khamenei Nyaris Tumbang, Militer Iran Hancur

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:08

DPR Ingin Rampungkan RUU Perampasan Aset Tahun Ini

Selasa, 14 Juli 2026 | 12:00

JPO Tendean Rusak Berat Ditabrak Truk, Warga Diimbau Gunakan Jalur Alternatif

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Saham Shell Menguat Usai Divestasi Bisnis Energi Terbarukan di India

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:56

Bantah Isu Penolakan, DPR Tegaskan RUU Perampasan Aset Masih Berproses

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:44

BRI Setor Rp19,1 Triliun ke Kas Negara di Kuartal I 2026, Bukukan Kontribusi Pajak Terbesar

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:21

Indonesia Harus Benahi Regulasi dan Insentif untuk Perkuat Filantropi

Selasa, 14 Juli 2026 | 11:19

Selengkapnya