Berita

Jokowi (Tangkapan layar video YouTube)

Politik

Jokowi Akan Sulit Diproses Hukum

SELASA, 06 AGUSTUS 2024 | 21:52 WIB | OLEH: AHMAD SATRYO YUDHANTOKO

Joko Widodo atau Jokowi tidak akan mudah diproses secara hukum meski sudah tidak menjabat presiden. Salah satu langkah antisipatif yang ditempuh Jokowi adalah menempatkan orang-orang dekatnya di jabatan-jabatan strategis di sisa masa kekuasaannya berakhir.

"Sulit diproses karena kebijakan Jokowi menjelang akhir adalah berupaya mengamankan dirinya agar turun dari jabatan presiden mulus tanpa ada yang mengingat kesalahan-kesalahannya, sekaligus tidak ada yang memprosesnya. Langkah ini dilakukannya dengan melakukan bagi-bagi kursi," ujar Pengamat politik Citra Institute, Efriza kepada RMOL, Selasa (6/8). 

Dia mencontohkan bagi-bagi kursi yang dilakukan Jokowi. Mantan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) diangkat menjadi komisaris MIND ID, atau Fauzi Baadilla artis yang juga relawan pendukun Prabowo diangkat menjadi komisaris PT. Pos Indonesia. 



Di samping itu, dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) itu menyebut faktor lain yang membuat Jokowi sulit diproses hukum atas kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat. 

Faktor lain tersebut, diperkirakan Efriza adalah hubungan Jokowi dengan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang merupakan presiden dan wakil presiden terpilih. Bahkan dengan Gibran.

"Jangan lupakan kebijakan Jokowi akan dilanjutkan oleh Prabowo dan anaknya Gibran, sehingga upaya memproses kebijakan dan keputusan dari presiden Jokowi yang salah, maupun yang cenderung dianggap menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangan, akan amat sulit untuk diproses hukum," tuturnya. 

Sebaliknya, kata dia, pemerintahan Prabowo-Gibran akan mengupayakan Jokowi turun dari jabatannya dengan mulus.

"Tanpa dimintai maupun ada langkah memproses Jokowi, sebagai mantan presiden yang telah membuat kebijakan yang merugikan negara," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya