Berita

Direktur Hilirisasi Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Investasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang/Net

Hukum

Anak Buah Menteri Bahlil Dicecar KPK soal Perizinan Usaha di Malut

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 12:05 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Direktur Hilirisasi Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Investasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang dicecar tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait perizinan usaha di Maluku Utara (Malut).

Hal itu merupakan salah satu materi yang didalami tim penyidik saat memeriksa Hasyim Daeng Barang sebagai saksi dalam perkara yang menjerat mantan Gubernur Malut, Abdul Ghani Kasuba (AGK) pada Jumat (2/8).

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung KPK Merah Putih atas nama HS (Hasyim Daeng Barang) Direktur Hilirisasi Minerba BKPM/ Kepala Dinas ESDM Provinsi Maluku Utara 2020-2022," kata Jurubicara KPK, Tessa Mahardika Sugiarto kepada wartawan, Senin (5/8).


Selain itu, kata Tessa, di hari yang sama, tim penyidik juga telah memeriksa 2 saksi lainnya, yakni MTK (Muhammad Thariq Kasuba) selaku Komisaris PT Fajar Gemilang yang juga anaknya tersangka AGK, dan NY (Nio Yanthony) selaku wiraswasta.

"Secara umum (para saksi didalami) terkait gratifikasi dan TPPU AGK serta perizinan usaha di Maluku Utara," pungkas Tessa.

AGK saat ini masih menyandang status tersangka di KPK dalam kasus dugaan TPPU sebesar Rp102 miliar. 

Sementara itu, dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi, perkara AGK masih berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Ternate. 

AGK didakwa menerima suap senilai Rp5 miliar dan 60 ribu dolar AS, disertai penerimaan gratifikasi senilai Rp99,8 miliar dan 30 ribu dolar AS.

Dalam perkembangan perkaranya, KPK telah resmi menahan 1 orang tersangka baru sebagai pihak pemberi suap pada Kamis (4/6), yakni Imran Jakub (IJ) selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemprov Malut. 

Selanjutnya pada Rabu (16/7), KPK juga menahan tersangka Muhaimin Syarif selaku mantan Ketua DPD Partai Gerindra Malut.



Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya