Berita

Kandidat Ketua Umum PB PMII 2024-2027, Abraham/Ist

Politik

Nyalon Ketum PMII, Ini Program yang Dibawa Abraham

SENIN, 05 AGUSTUS 2024 | 01:58 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) akan melangsungkan kongres ke-XXI di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 9-13 Agustus 2024 mendatang.

Salah satu calon Ketua Umum PB PMII, Abraham mengusung visi ‘Bergerak Menuju Kejayaan PMII’. Sebagai calon ketum, dia menganggap PMII membutuhkan reformasi kelembagaan dengan prinsip mempertahankan nilai-nilai baik serta menginovasi kemajuan organisasi. 
 
Menurutnya PB PMII harus memaksimalkan fungsi agar kebijakan strategis yang diterapkan dapat dimanifestasikan oleh seluruh jenjang kepengurusan dari tingkat koordinator cabang hingga rayon. 


“Hal itu akan membuat kebijakan yang dirumuskan PB PMII ke depan bermanfaat dan dirasakan oleh seluruh anggota se-Indonesia,” kata Abraham dalam keterangan yang diterima redaksi, Minggu (4/8).
 
Pria kelahiran Lahat, Sumsel, 29 tahun lalu ini  mengungkap visi tersebut akan diimplementasikan melalui sejumlah langkah-langkah strategis. Di antaranya yang pertama adalah memperkuat formasi struktur dan fungsi organisasi. 
 
Dia juga mendorong agar PMII dapat merumuskan dan memantapkan bidang-bidang strategis untuk mendongkrak laju dan produktivitas organisasi. Langkah ini menurutnya akan terus mengikuti relevansi situasi dan perkembangan zaman yang berkembang. 
 
“Langkah kedua, adalah percepatan muatan materi dalam kaderisasi formal. Di tengah era perkembangan zaman, organisasi perlu bergerak beradaptasi dengan cepat,” tegasnya.
 
Melalui langkah ini, dia mendorong agar materi pelatihan kader nasional (PKN) dimuat ke dalam pelatihan kader lanjut (PKL). Lalu materi-materi PKL dimasukkan ke dalam pelatihan kader dasar (PKD), dan seterusnya hingga jenjang mapaba. 
 
“Sementara untuk PKN, kaderisasi formal tingkat akhir itu perlu mempersiapkan kader guna menghadapi tingkat persaingan nasional dan global. Hal itu penting dilakukan mengingat persaingan yang sangat kompetitif dinamis,” ungkapnya.
  
Kemudian langkah ketiga, lanjut dia adalah percepatan pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pelatihan yang tersertifikasi. 

Dia mendorong program kerja bidang-bidang PB PMII untuk dapat berkolaborasi dengan lembaga-lembaga yang memiliki kredibilitas untuk peningkatan kapasitas SDM, salah satunya adalah Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). 
 
“Dan langkah terakhir adalah membentuk tim asesmen khusus dan memaksimalkan fungsi lembaga akreditasi. Hal ini untuk memastikan sirkulasi organisasi berjalan optimal,” jelasnya. 
 
Sekretaris PC PMII Jakarta Timur periode 2018-2019 ini juga menjelaskan tim asesmen itu nantinya memiliki tugas dan fungsi pengawasan kinerja organisasi meliputi kaderisasi formal, informal dan non formal serta populasi kader dan anggota se-Indonesia. 
  
Selain visi membawa kejayaan PMII, Abraham juga menawarkan sejumlah program kerja strategis yang akan diimplementasikan apabila terpilih dalam kongres ke-XXI mendatang. Secara umum dia mendorong agar tercipta kolaborasi antara PB PMII bersama sejumlah stakeholders, baik dari pemerintahan maupun swasta. 

“Program unggulan pertama yang saya tawarkan adalah Sekolah Riset dan Smart Training Technology (SMIT). Program ini berorientasi mencetak kader yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK),” jelasnya lagi.
  
Program unggulan kedua, sambungnya adalah Sekolah Dagang. 

“Mengusung konsep smart business map, Sekolah Dagang akan memastikan peningkatan literasi dan keahlian anggota PMII pada bidang ekonomi serta kewirausahaan,” beber dia.
  
“Kemudian program unggulan ketiga adalah membentuk Institut Politik PMII. Lembaga think tank ini akan memastikan terbentuknya kader yang akan menjadi generasi pemimpin yang unggul dan kompeten,” tegasnya lagi.
 
Dan yang terakhir, dia menawarkan Pesantren Pergerakan sebagai salah satu program unggulan. Melalui program ini, Abraham mendorong agar PMII tetap menjadi mesin pencetak kader berakhlakul karimah serta memiliki kompetensi dakwah yang tetap terjaga.

Populer

Connie Nilai Istilah Sabotase KSAD Berpotensi Bangun Framing Ancaman di Tengah Bencana

Rabu, 31 Desember 2025 | 13:37

Dicurigai Ada Kaitan Gibran dalam Proyek Sarjan di Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 00:40

Eggi Sudjana, Kau yang Memulai Kau yang Lari

Senin, 29 Desember 2025 | 01:10

Dugaan Korupsi Tambang Nikel di Sultra Mulai Tercium Kejagung

Minggu, 28 Desember 2025 | 00:54

Kasus Suap Proyek di Bekasi: Kedekatan Sarjan dengan Wapres Gibran Perlu Diusut KPK

Senin, 29 Desember 2025 | 08:40

KPK Panggil Beni Saputra Markus di Kejari Kabupaten Bekasi

Senin, 29 Desember 2025 | 13:09

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

UPDATE

Pembangunan Gerai KDKMP di Tubaba Terkendala Masalah Lahan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:59

KDKMP Butuh Ekosistem Pasar Hingga Pendampingan Berkelanjutan

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:43

Ziarah ke Makam Ainun Habibie

Rabu, 07 Januari 2026 | 03:23

Ketidaktegasan Prabowo terhadap Jokowi dan Luhut jadi Sumber Kritik

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:59

Implementasi KDKMP Masih Didominasi Administrasi dan Kepatuhan Fiskal

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:42

Aktivis Senior: Program MBG Simbol Utama Kebijakan Pro-Rakyat

Rabu, 07 Januari 2026 | 02:20

Kontroversi Bahlil: Anak Emas Dua Rezim

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:53

Rosan Ungkap Pembangunan Kampung Haji Baru Dimulai Kuartal Empat 2026

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:41

Tim Gabungan Berjibaku Cari Nelayan Hilang Usai Antar ABK

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:24

Pemerintah Harus Antisipasi Ketidakstabilan Iklim Ekonomi Global

Rabu, 07 Januari 2026 | 01:02

Selengkapnya