Berita

Konsul Jenderal UEA di Karachi, Bakheet Ateeq al-Remeithi.

Dunia

UEA Peringatkan Warga Pakistan agar Tidak Sebarkan Propaganda Negatif

SABTU, 03 AGUSTUS 2024 | 22:16 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Hubungan Uni Emirat Arab (UEA) dan Pakistan tampaknya sedang bermasalah. Konsul Jenderal UEA di Karachi, Bakheet Ateeq al-Remeithi, meminta warga Pakistan di UEA untuk menghindari penyebaran propaganda negatif terhadap negara mereka, lembaga atau politisinya.

Konsul Jenderal UEA mengatakan propaganda negatif terhadap Pakistan oleh warga Pakistan yang tinggal atau mengunjungi UEA terlihat di media sosial yang menyebabkan banyak orang ditangkap dan dijatuhi hukuman 14 hingga 15 tahun penjara.

Lebih dari lima warga Pakistan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup sementara sebagian besar dari mereka dideportasi, katanya.


Seperti diberitakan The News, Konsul Jenderal UEA memperingatkan warga Pakistan tersebut tidak akan mendapatkan visa untuk negara-negara Teluk, termasuk UEA, dan tidak akan dapat pergi ke sana.

"Mereka harus menghindari berbagi atau meneruskan materi semacam itu di media sosial," katanya, seraya menambahkan tindakan tegas akan diambil terhadap mereka sesuai hukum jika mereka melakukannya.

Bakheet Ateeq al-Remeithi juga mengatakan warga dari sekitar 200 negara yang memiliki agama dan kebangsaan yang berbeda hidup dengan damai di UEA. Jumlah warga Pakistan di UEA telah melampaui 1,8 juta.

Konsul Jenderal UEA mengimbau warga Pakistan untuk tidak membawa perbedaan politik mereka ke Dubai. Ia mengatakan warga yang terlibat dalam propaganda semacam itu di Pakistan sedang diperiksa untuk mendapatkan visa Emirates.

Bakheet Ateeq mengatakan tidak ada pembatasan terkait visa UEA. "Tidak hanya visa yang diberikan kepada warga Pakistan, semua fasilitas yang memungkinkan disediakan di Konsulat," katanya kepada koresponden ini. Ia mengatakan aturan untuk visa UEA telah diperketat.

Ia meminta warga Pakistan untuk mengunjungi wilayah utara negara mereka atau tempat wisata lainnya sebelum pergi ke Dubai.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya