Berita

280 spesimen ikan laut dalam/Ist

Nusantara

Koleksi 280 Spesimen Ikan Laut Dalam Perkaya Khazanah Kelautan

SABTU, 03 AGUSTUS 2024 | 03:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan pengalihan pengelolaan 280 spesimen koleksi ikan laut dalam, sebagai upaya peningkatan khazanah pengetahuan di bidang sumber daya kelautan dan perikanan.

Pengalihan dari Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Jakarta ke Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Subang menjelang akhir Juli lalu, sekaligus menjadi bagian dalam penataan kawasan kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Ancol, Jakarta Utara. 

Pengalihan koleksi ini melibatkan 280 spesimen ikan laut dalam, termasuk ikan (hiu dan pari), moluska, krustasea, echinodermata, dan berbagai hewan invertebrata lainnya. Koleksi ini merupakan hasil dari kegiatan ekspedisi laut dalam yang dilaksanakan oleh KKP pada tahun 2004-2005 menggunakan Kapal Baruna Jaya IV di perairan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Samudera Hindia (WPP 572 dan 573). 


Koleksi tersebut juga dilengkapi dengan display kaca, etalase/rak, dan bahan pendukung lainnya, yang siap untuk dipamerkan dan digunakan sebagai bahan edukasi.

Pengalihan ini juga selaras untuk melestarikan, meningkatkan dan memanfaatkan plasma nutfah perikanan Indonesia secara berkelanjutan, melalui aplikasi Bank Genetik Ikan Indonesia (BGII) yang dirancang oleh BRPI. 

BGII merupakan instrumen pendukung penyelenggaraan perikanan budidaya, penangkapan, maupun upaya pelestarian plasma nutfah perikanan Indonesia yang dikemas dalam aplikasi E-Genetikan.

“KKP terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kelautan dan perikanan. Melalui langkah strategis ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas pendidikan dan penelitian, serta mendukung tercapainya visi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” terang Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta dalam keterangan yang diterima redaksi, Jumat (2/8). 

Dengan adanya sinergitas antar Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah BPPSDM KP, Nyoman pun berharap koleksi ini dapat memperkaya informasi ilmiah dan menjadi sumber belajar yang berharga bagi para peneliti, mahasiswa, serta masyarakat umum. 

Kepala BRPL, Luthfi Assadad, mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kepala BRPI, Agus Cahyadi, beserta seluruh jajaran yang telah bersedia menerima dan mengelola koleksi ikan laut dalam ini. Pengalihan dan penandatanganan berita acara resmi dilaksanakan pada Selasa, 30 Juli 2024 di kantor BRPI Sukamandi. 

Kepala BRPI, Agus Cahyadi, menyambut baik pengalihan koleksi ikan laut dalam ini. Pihaknya menegaskan kembali bahwa fungsi dari spesimen ikan laut ini adalah sebagai media edukasi, pameran dan referensi ilmiah.

"Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan. Koleksi ini akan menambah khazanah pengetahuan di area kantor Sukamandi, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi stakeholders, kunjungan edukasi, dan pelaksanaan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) bertujuan memberikan pengalaman belajar yang komprehensif dan mendalam bagi taruna-taruni Politeknik KKP," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menegaskan, meski potensi laut Indonesia dengan keanekaragaman hayati dan biota laut sangat besar, namun saat ini belum semua potensi-potensi tersebut dioptimalkan. 

Baru sekitar 19 persen laut Indonesia yang telah terpetakan dan kurang dari angka tersebut yang dieksplorasi, khususnya potensi-potensi yang ada di laut dalam. 

“Dengan potensinya yang besar, laut Indonesia mempunyai peran yang penting bagi pendidikan, perekonomian nasional, penyediaan pangan, mitigasi perubahan iklim hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terangnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya