Berita

Tangkap layar mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan/RMOL

Hukum

Novel Baswedan Ragu Pansel Pilih Pimpinan KPK sesuai Harapan

JUMAT, 02 AGUSTUS 2024 | 01:14 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Capim) dan Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi atau Pansel KPK 2024-2027 diragukan mampu memotret  background check integritas para Capim lembaga antirasuah tersebut.

"Karena hal itu tidak sederhana," kata mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan dalam akun Youtube Bambang Widjojanto bertajuk "Ada Capim KPK Titipan Rezim? Siapa Orangnya?" yang dilihat redaksi, Jumat (2/8).

Novel mengaku tidak mengetahui Pansel Capim dan Dewas KPK menggunakan parameter apa untuk melakukan penilaian, atau lembaga negara apa yang digunakan untuk melakukan background chek.


"Karena belakangan kita tahu KPK bermasalah sangat serius, bermasalah bukan hanya kode etik, masalah korupsinya juga sangat serius sekali," kata Novel.

Kemudian, Novel mencurigai beberapa lembaga negara justru terlibat dalam upaya menyingkirkan orang-orang yang baik di KPK.

"Kita bicara BIN dan beberapa yang lain," kata Novel.

"Nanti kalau saya sebut semuanya malah kaget," sambung Novel sambal tertawa.

Novel menilai mereka yang terlibat menyingkirkan orang KPK yang bekerja baik, berarti terlibat dalam pelemahan KPK.

"Terus sekarang mau dipakai untuk bekerja benar pakai background chek. Jangan-jangan dia punya kepentingan untuk masukan orang-orang di KPK," kata Novel.

"Ini kan harus diantisipasi, betul-betul dicermati dan dijaga. Kalau Pansel gagal mereka akan berhasil menghancurkan KPK sehancur-hancurnya," imbuhnya.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya