Berita

Foto ilustrasi (Businessinsider.com)

Bisnis

Iklan Facebook Guyur Duit, IHSG Lompat 0,97 Persen

KAMIS, 01 AGUSTUS 2024 | 17:59 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Bursa Saham Indonesia akhirnya berhasil menjadi jawara Asia dalam sesi perdagangan hari ini, Kamis 1 Agustus 2024. Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengawali sesi pagi dengan sedikit keraguan, secara meyakinkan menanjak lebih lanjut hingga sesi perdagangan sore berakhir.

Pantauan menunjukkan, pelaku pasar di Jakarta yang sempat ragu untuk melakukan aksi akumulasi akibat rilis data indeks PMI manufaktur yang justru mengindikasikan terjadinya kontraksi dengan berada di 49,3. Namun beberapa jam setelah nya, rilis data Inflasi memperlihatkan terjadinya deflasi di bulan Juli sebesar 0,18 persen, membuat investor beranjak optimis.

Aksi akumulasi saham akhirnya berlanjut hingga mengerek IHSG dalam rentang tajam. IHSG menutup sesi perdagangan dengan melonjak 0,97 persen di 7.325,9. Pantauan lebih rinci menunjukkan, saham saham yang masuk dalam jajaran kinerja pertumbuhan tertinggi, indeks IDXG30, yang menjadi incaran investor kali ini. Hal ini terlihat dari lonjakan IDXG30 yang mencolok dengan melesat 1,41 persen di 151,5.


Pantauan juga memperlihatkan, hampir seluruh saham unggulan yang masuk dalam jajaran teraktif ditransaksikan naik dalam rentang bervariasi. Diantaranya: BBRI naik 1,71 persen di Rp 4.750, BMRI naik 5,46 persen di Rp 6.750, BBNI naik 2,11 persen di Rp 5.075, BBCA naik 0,97 persen di Rp 10.375, ASII naik 0,42 persen di Rp 4.740, ADRO naik 0,93 persen di Rp 3.250, serta INDF naik 0,4 persen di Rp 6.150.

Saham unggulan terlihat hanya menyisakan SMGR dan UNTR yang masih terdampar di zona merah. Rilis data inflasi yang menyuguhkan kejutan positif akhirnya mampu menyelamatkan bekal sentimen optimis dari bursa global.

Laporan sebelumnya menyebutkan, Bursa Wall Street yang diguyur hujan profit menyusul rilis kinerja kuartalan emiten terkemuka Meta. Induk dari perusahaan raksasa platform sosial media facebook dan instagram itu mengklaim pertumbuhan pendapatan Iklan yang mencapai 22 persen di kuartal kedua tahun ini yang melampaui ekspektasi pelaku pasar. Kinerja tersebut juga menandai pertumbuhan di atas 20 persen dalam empat kuartal terakhir.

Kinerja pendapatan Iklan Facebook yang mengesankan ini kemudian memantik optimisme investor hingga menjalar pada saham-saham teknologi untuk melonjakkan indeks Wall Street. Laporan terkini menunjukkan, Harga saham facebook yang telah meroket hingga 6,8 persen di sesi after hours. Rilis kinerja pendapatan Iklan Facebook, dengan demikian telah berhasil membuat guyuran profit di Bursa Wall Street.

Bersamaan dengan pernyataan The Fed yang menjanjikan penurunan suku bunga pada September mendatang, sentimen Iklan Facebook tersebut menjadi bekal optimisme di pasar Asia. Namun sentimen domestik di Asia terlihat menghalangi optimisme untuk terus melaju.

Bursa saham Jepang terpaksa longsor tajam akibat penguatan nilai tukar Yen yang dipicu oleh intervensi otoritas setempat serta kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral Jepang. Indeks Nikkei terbabat 2,49 persen dengan menutup sesi di 38.126,33. Sementara indeks ASX 200 (Australia) naik moderat 0,28 persen di 8.114,7 dan indeks KOSPI (Korea Selatan) menutup sesi dengan menguat 0,25 persen di 2.777,68.

Lonjakan IHSG dengan demikian menjadi yang paling tajam di Asia.

Laporan menggembirakan juga datang dari pasar uang Asia, di mana Rupiah terpantau mampu konsisten menapak zona penguatan di sepanjang sesi hari ini. Rilis data inflasi menjadi alasan menguat nya Rupiah. Sementara secara keseluruhan, mata uang Asia terlihat sempat kompak menginjak zona penguatan di sesi pagi hari, namun saat sesi perdagangan sore, sebagian besar mata uang Asia beralih di zona pelemahan tipis.

Mata uang Ringgit Malaysia menjadi Jawara Asia kali Ini dengan membukukan lonjakan tajam hingga 0,8 persen. Sedangkan Rupiah terlihat masih mampu bertahan di zona hijau. Hingga sesi perdagangan sore ini berlangsung, Rupiah diperdagangkan di kisaran Rp16.230 atau menguat 0,15 persen.

Tantangan berikutnya bagi Rupiah akan terjadi pada sesi perdagangan pekan depan, di mana sentimen rilis data NFP (non-farm payroll) yang akan dilakukan besok Jumat malam waktu Indonesia Barat.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Investor Diminta Wait and See, Pengamat Prediksi Banyak yang Ditangkap Imbas MSCI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:30

Serangan Houthi Ganggu Ajang Olahraga Saudi, Piala Asia Tetap Sesuai Jadwal

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:14

Putusan MK soal UU Peradilan Militer Momentum Akhiri Impunitas

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:06

Komisi III DPR Desak Pelaku Korupsi Dana Bencana Dihukum Maksimal!

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:46

Daftar Negara Masuk Standalone Market MSCI, Ada 12 Negara

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:34

Dihantam Ancaman MSCI, IHSG Terancam Anjlok ke 4.700 Pekan Depan

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:24

Minyak Dunia Tembus 110 Dolar AS

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 11:07

Profil Hamenang Wajar Ismoyo, Bupati Klaten Tersangka Kasus Suap Audit BPK

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:53

Karhutla Meluas, Legislator Golkar Desak Evaluasi Pencegahan dan Penegakan Hukum

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:52

BMKG Deteksi Sebaran Asap Karhutla hingga Jakarta dan Papua

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:39

Selengkapnya