Berita

Raja Maroko, Mohammed VI/Marocco World News

Dunia

Raja Maroko Apresiasi Dukungan Presiden Prancis untuk Otonomi Sahara

KAMIS, 01 AGUSTUS 2024 | 15:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dukungan yang diberikan Prancis terhadap inisiatif otonomi Sahara Barat, diapresiasi Raja Maroko, Mohammed VI. 

Dalam sebuah pernyataan yang diterima redaksi pada Kamis (1/8), Raja menyampaikan terimakasih atas komitmen kuat yang disampaikan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Hari Kenaikan takhtanya ke-25 awal pekan ini.

Menurut Raja, dengan mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat maka Prancis telah berkontribusi dalam memperkuat momentum internasional yang telah didukung oleh banyak negara.  


"Saya sangat senang dengan posisi yang jelas dan kuat yang diadopsi oleh Prancis, dalam Pesan Anda (Macron), tentang masalah Sahara Maroko," ujarnya. 

Dikatakan Raja, komitmen ini juga menjadi momentum positif untuk memperkuat kerjasama bilateral negara di banyak sektor strategis, 

"Ini akan memperkuat kemitraan luar biasa yang telah dibangun selama beberapa dekade atas dasar persahabatan dan kepercayaan." tambahnya. 

Di akhir pesannya, Raja mengundang Macron untuk kembali berkunjung ke Maroko. 

Dalam sebuah pernyataan yang dilihat redaksi pada Rabu (31/7), Presiden Prancis, Emmanuel Macron mengatakan bahwa posisi Prancis akan tetap teguh pada Maroko.

Menurutnya, otonomi di bawah kedaulatan Maroko adalah kerangka kerja di mana sengketa Sahara akan diselesaikan.

Macron juga memiliki keyakinan kuat bahwa Sahara Barat akan menjadi wilayah otonom yang lebih maju dan kuat di bawah kedaulatan Maroko.

"Masa kini dan masa depan Sahara Barat berada dalam kerangka kedaulatan Maroko," tegasnya.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya