Berita

Seorang wanita memegang tanda "Israel negara pembunuh" selama demonstrasi mendukung rakyat Gaza dan menentang Israel di Tour de France dan Olimpiade di Toulouse, barat daya Prancis, 13 Juli 2024/MEM

Global

Israel Harus Diboikot dari Olimpiade Paris, Sama Seperti Afsel di Masa Apartheid

JUMAT, 26 JULI 2024 | 10:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seruan agar Israel diboikot dari Olimpiade Paris kembali disuarakan oleh Presiden Komite Olimpiade Palestina Jibril Rajoub.

Dalam sebuah pernyataan, Rajoub menegaskan partisipasi Israel dalam pertandingan olah raga tersebut harusnya tidak boleh dibiarkan.

Menurutnya, Israel telah kehilangan hak untuk berkompetisi di Olimpiade, sama seperti yang dialami Afrika Selatan pada tahun 1964 hingga 1988 selama masa apartheid.


"Komite Olimpiade Israel telah kehilangan haknya untuk berpartisipasi dalam acara olahraga internasional, merujuk pada keputusan International Olympic Committee (IOC) tahun 1970," tegasnya, seperti dikutip dari Middle East Monitor pada Jumat (26/7). 

Rajoub menulis surat kepada IOC pekan lalu, meminta agar Israel dilarang berpartisipasi dalam acara olahraga internasional tersebut karena pemboman intensif pasukan Israel di Jalur Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 39.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, sejak 1 Oktober.  7.

"Kami ingin dunia menyadari kejahatan kaum fasis, rasis, dan penjajah Nazi terhadap rakyat Palestina,” kata Rajoub, mendesak IOC untuk mempertimbangkan kembali keputusannya.

Namun permintaan tersebut ditolak oleh IOC.

"Apa yang terjadi di Jalur Gaza, serta di Yerusalem Timur dan seluruh wilayah Palestina, serupa dengan apa yang dilakukan Nazi pada tahun 1940an,” tambahnya.

Rajoub menyesalkan standar ganda IOC, dan mengatakan bahwa mengizinkan Israel berkompetisi merupakan pelanggaran perjanjian Olimpiade, hukum internasional, dan etika olahraga.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya