Berita

Ilustrasi/Foto Dok KAI

Bisnis

PT KAI Terbitkan Obligasi senilai Rp1 Triliun

JUMAT, 26 JULI 2024 | 08:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Kereta Api Indonesia (Persero) akan menerbitkan obligasi pada 6 - 7 Agustus 2024 mendatang. 

Dalam prospektusnya yang dikutip Jumat (26/7), KAI menyebutkan obligasi yang akan ditawarkan senilai Rp1 triliun, terdiri atas Obligasi Berkelanjutan I KAI tahap II Tahun 2024 senilai Rp700 miliar, dan Sukuk Ijarah I tahap II Tahun 2024 sebesar Rp300 miliar.

Berdasarkan keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), KAI menyebut obligasi ini merupakan bagian dari penawaran umum Obligasi Berkelanjutan I KAI senilai total Rp2,2 triliun dan Sukuk Ijarah I KAI senilai total Rp800 miliar.


"Obligasi ini diterbitkan tanpa warkat, kecuali Sertifikat Jumbo Obligasi yang diterbitkan atas nama KSEI sebagai bukti utang kepada Pemegang Obligasi," terang KAI. 

Obligasi ini terdiri dari 3 seri. Pertama, Seri A senilai Rp 67 miliar memiliki tenor 3 tahun dengan bunga tetap 6,90 persen per tahun. Kedua, seri B sebesar Rp295,5 miliar memiliki tenor 5 tahun dengan bunga tetap 7,20 persen per tahun. Terakhir, seri C senilai Rp337,5 miliar dengan jangka waktu 7 tahun dan bunga tetap 7,30 persen per tahun.

Yang bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi Obligasi I KAII Tahap II 2024 adalah PT Bahana Sekuritas, PT BRI Danareksa Sekuritas, PT CIMB Niaga Sekuritas, dan  PT Mandiri Sekuritas, serta PT Bank Mega Tbk (MEGA) sebagai wali amanat.

Hingga Mei 2024, KAI mengantongi pendapatan senilai Rp 13,36 triliun atau naik 27,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2023 di angka Rp 10,51 triliun.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya