Berita

Ilustrasi/Foto: CNN

Bisnis

Harga Minyak Dunia Bergerak Naik, Ini Penyebabnya

JUMAT, 26 JULI 2024 | 07:43 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak menguat, menyusul data ekonomi Amerika yang solid. Hal ini memicu ekspektasi permintaan minyak mentah yang lebih tinggi. Namun begitu, ada kekhawatiran tentang impor minyak yang lebih rendah dari China.

Reuters melaporkan, minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak pengiriman September, patokan internasional, ditutup naik 66 sen, atau 0,81 persen, menjadi 82,37 Dolar AS per barel pada Kamis (25/7) Waktu New York, atau Jumat pagi (26/7) WIB.

Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate untuk kontrak pengiriman September, meningkat 69 sen, atau 0,89 persen, menjadi 78,28 Dolar AS per barel.


Pemangkasan suku bunga The Fed meningkatkan aktivitas ekonomi sehingga mendongkrak konsumsi minyak.

Di China, impor minyak dan pengoperasian kilang tahun ini cenderung lebih rendah daripada 2023 karena permintaan bahan bakar yang lebih lemah di tengah pertumbuhan ekonomi yang lamban. 

Analis UBS, Giovanni Staunovo, mengungkapkan, meski data ekonomi China tetap mengecewakan, ia optimis permintaan minyak akan meningkat. 

Di awal sesi perdagangan Kamis, Bank Sentral China secara tak terduga memangkas suku bunga dalam upaya untuk menopang ekonominya yang tertatih-tatih.

Kedua patokan minyak mentah anjlok lebih dari 1 Dolar AS per barel pada awal sesi.

Di Kanada, peristiwa kebakaran hutan yang terjadi di provinsi barat British Columbia dan Alberta, memicu kekhawatiran pasokan. Pusat oil sand Fort McMurray juga termasuk yang terdampak. Kawasan tersebut memproduksi 3,3 juta barel minyak mentah per hari.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya