Berita

BPKH saat melakukan penandatangan kerja sama dengan 30 bank di The Tribrata Convention Center, Jakarta pada Senin (22/7)/Istimewa

Bisnis

BPKH Kerja Sama dengan 30 Bank untuk Kelola Dana Haji

SELASA, 23 JULI 2024 | 04:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) telah menjalin kerja sama dengan 30 bank yang akan bertindak sebagai Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPS BPIH) untuk periode Juli 2024 hingga Juni 2027. 

Acara penandatanganan berlangsung di The Tribrata Convention Center, Jakarta, pada Senin (22/7) tersebut melibatkan 11 Bank Umum Syariah (BUS) dan 19 Unit Usaha Syariah (UUS).

Kepala Badan Pelaksana BPKH, Fadlul Imansyah menjelaskan, kerja sama ini bertujuan untuk meningkatkan profesionalisme, akuntabilitas, dan transparansi dalam pengelolaan Rekening Tabungan Jemaah Haji (RTJH) serta keuangan haji secara keseluruhan. 


"Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan layanan terbaik bagi jemaah haji dan memastikan pengelolaan dana yang lebih amanah sesuai prinsip syariah,” ujarnya.

Ia berharap seluruh BPS BPIH mampu menjalankan tugasnya dengan baik dalam mengelola dan mengoptimalkan dana haji, serta memberikan kontribusi positif dalam penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya.

Perjanjian ini didasarkan pada sejumlah regulasi, termasuk UU Nomor 34 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Keuangan Haji dan UU Nomor 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah serta peraturan-peraturan terkait lainnya. 

Sebanyak 30 BPS BPIH yang ditunjuk oleh BPKH disebut telah memenuhi kriteria dan persyaratan yang ditetapkan, sehingga mereka dipercaya untuk menerima setoran BPIH dari calon jemaah haji dan menjadi mitra BPKH dalam pengelolaan keuangan haji.

Kerja sama ini akan berlaku selama 3 tahun dan dapat diperpanjang berdasarkan penilaian kinerja dan kepatuhan oleh BPKH. Selama masa kerja sama, BPKH akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja BPS BPIH.

Pada acara tersebut hadir pula Anggota Badan Pelaksana BPKH, Acep Riana Jayaprawira; Ketua Bidang Perbankan Syariah Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda), Kukuh Rahardjo; Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia (Asbisindo), Hery Gunardi; serta 30 Direktur Utama BPS BPIH dari seluruh Indonesia. 

"Kami siap untuk melaksanakan amanah ini dan mendukung BPKH dalam pengelolaan dana haji yang lebih efektif dan efisien," ucap Hery.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya