Berita

Foto ilustrasi/Net

Bisnis

Saham Binaan Menteri Erick Thohir Bersiap Pesta Cuan, IHSG dan Rupiah Semoga Terangkat

RABU, 17 JULI 2024 | 09:01 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Sentimen yang berkembang di pasar global terlihat seperti roller coaster dalam sesi perdagangan pekan ini. Usai terhempas dalam pesimisme di sesi perdagangan hari sebelumnya, dengan cepat investor berbalik optimis dalam sesi perdagangan yang berakhir beberapa jam lalu.

Indeks Wall Street tercatat melonjak tak tertahankan terutama Indeks DJIA yang melambung 740 poin untuk sekaligus kembali mencetak rekor tertinggi barunya.  Serangkaian laporan yang beredar menyebutkan, sikap optimis investor yang dipicu oleh keyakinan bahwa The Fed di bawah pimpinan Jerome Powell akan memangkas suku bunga pada September mendatang. 

Optimisme juga semakin terkukuhkan oleh pernyataan  capres Trump yang akan mempertahankan Jerome Powell memimpin The Fed hingga masa jabatannya berakhir. Pada sisi lainnya, sikap optimis investor juga mendapatkan sokongan dari rilis data penjualan ritel yang dinilai tidak mengkhawatirkan.


Serangkaian situasi tersebut akhirnya menghantarkan pelaku pasar berbalik melakukan aksi rally dengan massif untuk melonjakkan indeks dalam rentang fantastis. Pantauan rim riset rmol.id memperlihatkan, gerak Indeks DJIA yang mengawali sesi dengan naik moderat, namun kemudian dengan cepat semakin mendaki secara konsisten hingga menutup sesi perdagangan. Chart berikut memperlihatkan gerak indeks DJIA yang melonjak fantastis di sepanjang sesi perdagangan.

Indeks DJIA akhirnya menutup sesi perdagangan Selasa 16 Juli 2024 yang berakhir beberapa jam lalu waktu Indonesia Barat dengan melambung tinggi 742 poin atau 1,85 persen di 40.953,48.  Lonjakan ini tercatat sebagai tertinggi dalam lebih dari setahun. Pantauan juga menunjukkan, kontribusi saham Boeing dan Caterpillar pada pesta di Indeks DJIA kali ini. Saham Boeing melonjak 3,88 persen, sementara saham Caterpillar melompat 4,28 persen. Gerak naik moderat dibukukan indeks Nasdaq yang menguat 0,2 persen setelah terhenti di 18.509,34. Sedangkan indeks S&P 500 menanjak 0,64 persen untuk menutup di 5.667,2.

Dengan bekal pesta cuan di Wall Street, sesi perdagangan di Asia pagi Ini diyakini akan turut terangkat. Laporan terkini dari bursa saham utama Asia menyebutkan,  indeks Nikkei (Jepang) yang menguat 0,32 persen dengan menginjak posisi 41.407,06.  Sementara Indeks KOSPI (Korea Selatan) menurun tipis  0,1 persen di 2.863,09, dan indeks ASX 200 (Australia) yang melonjak 0,49 persen di 8.038,2.

Bursa Saham Indonesia yang akan membuka sesi perdagangan Rabu 17 Juli 2024 beberapa menit ke depan, dengan demikian mendapatkan sokongan yang berharga. Namun satu tantangan yang akan menjadi perhatian pelaku pasar di Jakarta adalah penentuan suku bunga oleh Bank Indonesia pada sore nanti. Untuk dicatat, Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 6,25 persen pada Juni lalu.

Saham-saham trio bank BUMN, seperti: BBRI, BBNI, dan BMRI yang berada dalam cakupan menteri BUMN Erick Thohir diyakini akan mendapatkan momentum untuk melakukan gerak naik tajam di sesi hari Ini. Hal Ini terlebih, dalam sesi perdagangan kemarin saham-saham tersebut telah terdiskon signifikan. Hal yang sama juga diyakini akan menerpa saham-saham unggulan lain seperti: BBCA, ASII, TLKM, dan lainnya.

Pasar Uang Belum Beranjak

Pesta cuan yang terjadi di bursa saham, terlihat berbeda dengan situasi di pasar uang. Pantauan memperlihatkan, gerak nilai tukar mata uang utama Dunia yang cenderung mengalami tekanan jual dalam rentang bervariasi. Nilai tukar Euro dan Poundsterling terlihat masih mampu bertahan dari deraan aksi jual. Namun pada mata uang Dolar Australia dan Dolar Kanada, kemerosotan signifikan terlihat sulit dihindarkan.

Prospek Rupiah, oleh karenanya, diperkirakan masih akan cenderung mengalami tekanan jual meski dalam taraf moderat. Situasi Ini terlihat seiring dengan tinjauan teknikal yang dimuat dalam beberapa edisi lalu, di mana tren penguatan Rupiah yang masih bertahan dan koreksi dalam rentang moderat dilihat sebagai tak lebih dari koreksi wajar.

Pantauan sebelumnya memperlihatkan, gerak Rupiah yang masih bergulat di kisaran Rp 16.175  setelah pada sesi perdagangan kemarin sempat terperosok lemas di kisaran Rp 16.200-an per Dolar AS. Rupiah diyakini masih akan kembali terjebak dalam rentang terbatas dengan kecenderungan melemah dalam menjalani sesi pertengahan pekan ini, meski peluang untuk membukukan penguatan juga masih terbuka.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Purbaya Bakal Bahas Layer Baru Cukai Rokok Oktober, Pengusaha Ilegal Siap-Siap

Sabtu, 05 September 2026 | 20:23

Kasus Tahura Singlurus Pintu Masuk, Koptasi Minta Selisih LHV Batubara SSS Diusut

Sabtu, 05 September 2026 | 20:20

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

Gen Z Antusias, Ribuan Anak Muda Padati LFF 2026 Sejak Pagi

Sabtu, 05 September 2026 | 19:44

Menhut Perkuat Penyelamatan Satwa Liar di Tengah Karhutla Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 19:28

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Putusan Banding yang Meringankan di Kasus Andrie Yunus

Sabtu, 05 September 2026 | 19:13

OMC Berhasil Datangkan Hujan, KLH Pastikan Karhutla di Kalbar dan Kalteng Terkendali

Sabtu, 05 September 2026 | 19:00

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Ini Sejarah Letusannya

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

BAIK Bangkit dari Suspensi, Siapkan Jurus Pulihkan Kinerja

Sabtu, 05 September 2026 | 18:46

Kemenhut Siapkan Call Center Rescue 24 Jam Tangani Satwa Liar Terdampak Karhutla

Sabtu, 05 September 2026 | 18:37

Selengkapnya