Berita

Dok Foto/Net

Bisnis

Insiden Trump Bikin Harga Bitcoin Tembus Rp1 Miliar Lebih

RABU, 17 JULI 2024 | 04:50 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Bitcoin (BTC) memulai minggu ini dengan lonjakan harga yang signifikan, menembus angka 62.000 Dolar AS atau lebih dari Rp1 miliar. Kenaikan harga ini telah kembali memicu minat para investor terhadap prediksi harga Bitcoin.
 
Trader Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menjelaskan bahwa optimisme pasar dipicu oleh beberapa faktor, termasuk spekulasi seputar dugaan percobaan pembunuhan terhadap calon presiden Amerika Serikat yang pro-kripto, Donald Trump. Insiden ini meningkatkan peluang pemilihannya hingga 70 persen.
 
"Selain itu, selesainya penjualan Bitcoin oleh Jerman dan meningkatnya ekspektasi pemotongan suku bunga The Fed pada bulan September juga turut meningkatkan nilai BTC. Dengan membaiknya sentimen investor, kapitalisasi pasar kripto global naik menjadi 2,29 triliun Dolar AS, meningkat 3,80 persen dalam seminggu terakhir," ujar Fyqieh dalam keterangannya yang diterima redaksi, Rabu (17/7).
 

 
Akhir pekan lalu, politik AS menjadi sorotan investor, terutama setelah upaya pembunuhan yang gagal terhadap kandidat presiden AS, Donald Trump. Insiden ini langsung mempngaruhi pasar kripto, dengan Bitcoin mengalami lonjakan harga. Setelah insiden tersebut, harga Bitcoin (BTC) naik 4 persen mencapai 60.300 Dolar AS, level tertinggi dalam 10 hari terakhir. Peningkatan mendadak ini membalikkan tren penurunan sebelumnya, mengejutkan banyak trader dan investor.
 
"Lonjakan harga ini didorong oleh sentimen positif terhadap Trump, yang baru-baru ini menyatakan pandangan positifnya terhadap industri kripto. Pasar menganggap upaya pembunuhan tersebut sebagai berita pro-Trump, dikombinasikan dengan dukungan vokalnya terhadap Bitcoin, yang memicu reaksi positif di kalangan investor," ungkap Fyqieh.
  
Investor mungkin mulai memperhitungkan potensi kemenangan Trump dalam pemilihan presiden mendatang, yang dapat meningkatkan nilai Bitcoin lebih lanjut. Trump telah menargetkan suara kripto, yang bisa mempengaruhi hasil pemilu.
 
Menurut Fyqieh, kemenangan Trump dapat mengakhiri masa jabatan Ketua SEC, Gary Gensler, lebih awal. Ketua SEC yang lebih pro-kripto dapat menggantikan Gensler dan mengakhiri regulasi yang ketat melalui penegakan hukum. 

Kemungkinan juga akan ada kemajuan dalam memperkenalkan kerangka regulasi kripto yang sangat dibutuhkan untuk mendorong inovasi sekaligus melindungi konsumen.
 
"Saat ini, pergerakan harga Bitcoin berada dalam keseimbangan antara bulls dan bears. Penembusan berkelanjutan di atas level resistance 64.602 Dolar AS sangat penting untuk mengonfirmasi tren bullish dan berpotensi memicu reli di pasar kripto yang lebih luas,"  jelasnya.
 
Bitcoin mempertahankan posisinya sebagai kripto terdepan, dengan kapitalisasi pasar sekitar 1,28 triliun Dolar AS. Pasokan yang tersedia mendekati 19,73 juta BTC dari jumlah maksimum 21 juta.
 
"Berfokus pada aspek teknis, grafik Bitcoin menunjukkan pergerakan ke atas yang kuat, menegaskan potensi keuntungan lebih lanjut. Tingkat harga penting yang perlu diperhatikan adalah resistensi langsung di sekitar 65.500 Dolar AS, diikuti oleh resistensi berikutnya di sekitar 67.250 dan 69.000 Dolar AS," jelasnya lagi.
 
Data Relative Strength Index (RSI) menunjukkan bahwa Bitcoin berada dalam fase momentum pembelian, meskipun mendekati wilayah jenuh beli. Indikator ini harus dipantau secara ketat untuk mengetahui tanda-tanda pembalikan yang dapat mengindikasikan kemunduran sementara.
 
Para investor dan pedagang yang mempertimbangkan titik masuk sebaiknya mempertimbangkan posisi di atas angka 63.500 Dolar AS, dengan target keuntungan awal menuju 65.500 Dolar AS. Dengan permintaan berkelanjutan dan dukungan pasar, kenaikan menuju 67.250 Dolar AS dan berpotensi mencapai 69.000 Dolar AS atau sekitar Rp1,1 miliar tetap menjadi level yang memungkinkan.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya