Berita

Ilustrasi/Net

Kesehatan

Pakar Kecantikan Ini Perkenalkan Inovasi Terbaru ‘Fat Filler’

SELASA, 16 JULI 2024 | 13:52 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebagai seorang ahli dermatologi dan estetika, dr. Ayu Widyaningrum, MM, Magister AAAM, Magister IBAM selalu menghadirkan inovasi perawatan kecantikan bagi perempuan Indonesia. 

Ayu rutin mengikuti berbagai workshop dermatologi dan estetika di berbagai negara sehingga ia selalu mengetahui teknologi terbaru yang digunakan, terutama di negara-negara maju seperti di Eropa.

Saat ini, Ayu menghadirkan “fat filler” yang merupakan sebuah teknologi treatment kecantikan terbaru.


“Teknologi yang saya pakai, mungkin bukan yang pertama kali di Indonesia. Ada beberapa dokter yang mengadopsi treatment serupa, namun beda teknologinya. Saya pakai teknologi tabung dari Jerman,” paparnya.

Fat filler adalah suatu teknologi terbaru seperti fat drop atau transfer lemak, yang diproses dengan centrifuge dan tabung khusus untuk mendapatkan pure lemak. Transfer lemak dilakukan untuk area smile line, cheek, teardrop atau kantong mata, dahi, marionette line, dan jaw line pasien. 
Proses tindakan fat filler adalah dengan mengambil 10-20 cc fat (lemak) pada pinggul atau bagian perut bawah pasien. Tindakan fat filler ini tanpa sayatan, hanya meninggalkan lubang kecil 0,2 milimeter yang kemudian akan menutup dengan sempurna.

Fat filler memiliki manfaat luar biasa untuk estetika yang tentunya sangat aman dilakukan.

“Manfaat fat filler adalah mengurangi pemakaian filler-filler dan simulator kolagen yang mempunyai efek granuloma, bleber (berlebihan), asimetris, dan pastinya aman bagi tubuh pasien karena efek samping mikrosisnya hampir tidak ada, hanya 0,01 persen. Aman karena ini dari tubuh pasien untuk tubuh pasien, dan kesannya lebih natural, tidak too much,” ungkap dokter yang telah meraih 124 penghargaan dari dalam dan luar negeri ini.

Efek samping yang umumnya dialami pasien setelah melakukan fat filler terbilang kecil. Ada bengkak sedikit dan memar juga rasa nyeri atau kram saat tindakan pengambilan lemak selesai, namun itu semua hanya berlangsung selama tiga hari.

Meskipun demikian, Ayu mengungkapkan bahwa fat filler merupakan tindakan semi permanen. Dalam arti, wajah bisa kembali mengalami loss fat (kekurangan lemak) saat tubuh mengalami penurunan berat badan yang drastis.

“Kekurangan fat filler adalah bisa diserap tubuh saat berat badan turun drastis seperti misalnya 20-30 kilogram, akan ada loss fat sehingga area tertentu butuh dilakukan fat filler ulang setiap dua minggu atau satu bulan sekali. Ini sangat aman karena sumbernya berasal dari tubuh pasien sendiri,” jelas pemilik Widya Aesthetic Clinic di Banjarmasin ini.

“Tidak ada bahan apa pun untuk dicampurkan pada fat filler, murni dari lemak tubuh pasien yang disterilisasi dan dipisahkan dari jaringan-jaringan lain sehingga terbentuk pure fat,” tegasnya.

Lemak murni itulah yang dimasukkan dengan cannula ke area wajah yang volumenya berkurang seperti kantong mata atau teardrop, smile line, marionette line, serta area-area temporal yang cekung akibat pertambahan usia atau akibat diet ekstrem yang dilakukan pasien.

Ayu mengingatkan, ada hal-hal yang tidak boleh dilakukan setelah melakukan Fat Filler. 

“Tidak disarankan untuk mengonsumsi seafood dan melakukan setrika wajah setelah melakukan tindakan fat filler. Jika wajah mendapat ultraformer, tingkat laser sampai titik burn tersebut dapat mengurangi efek fat filler, yang menyebabkan volume lemak lebih cepat diserap tubuh," katanya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya