Berita

Donald Trump (belakang) dan Jerome Powell (depan)/Net

Bisnis

Trump Tundukkan Powell, IHSG dan Rupiah Bisa Beda Arah

SELASA, 16 JULI 2024 | 08:18 WIB | OLEH: ADE MULYANA

Sentimen upaya pembunuhan Donald Trump terlihat berlangsung lebih lama di pasar global. Investor mencermati lebih dalam situasi politik AS, di mana kini Trump dinilai berpeluang besar memenangi pilpres November mendatang.

Capres AS dari partai Republik itu diyakini mendapatkan simpati publik yang cukup besar akibat kasus penembakan yang menimpanya hari Minggu lalu. Sentimen lanjutannya, tentu saja memantik kekhawatiran bahwa kebijakan Trump akan lebih proteksionis.

Dengan bekal anggapan tersebut, pelaku pasar uang terlihat mulai melakukan aksi akumulasi Dolar AS hingga mengakibatkan nilai tukar Dolar AS berbalik naik dalam taraf moderat. Sejumlah mata uang utama seperti Euro, Pound, Dolar Australia, dan Dolar Kanada, terlihat mulai terdiskon dalam sesi perdagangan Senin yang berakhir beberapa jam lalu.


Investor di pasar uang terlihat kurang menyambut sinyal positif dari pernyataan Powell terkait kebijakan penurunan suku bunga. Sentimen Trump dengan demikian berhasil menundukkan pernyataan Powell kali ini di pasar uang.

Situasi berbeda terjadi di bursa Wall Street, di mana perhatian pelaku pasar lebih tertuju pada pernyataan pimpinan The Fed, Jerome Powell, yang kini mengindikasikan penurunan suku bunga tak perlu menunggu hingga inflasi mencapai 2 persen sebagaimana ditargetkan selama ini.

Sinyal positif penurunan suku bunga Ini akhirnya mendapatkan sambutan investor dengan melakukan aksi rally untuk melanjutkan gerak naik Indeks. Rekor tertinggi baru Indeks Wall Street akhirnya kembali terjadi.

Hingga sesi perdagangan ditutup beberapa jam lalu, Indeks DJIA melonjak 0,53 persen untuk terhenti di 40.211,72, Sedangkan indeks S&P 500 naik 0,28 persen di 5.731,22, dan indeks Nasdaq yang menguat 0,4 persen di 18.472,57. Laporan lebih jauh menyebutkan, gerak indeks Wall Street yang masih bertahan di zona hijau hingga sesi perdagangan after hours pagi ini, Selasa 16 Juli 2024 waktu Indonesia Barat.

Namun, bekal sentimen positif dari sesi perdagangan Wall Street terlihat kurang disambut oleh pelaku pasar di Asia kali ini. Pantauan terkini dari bursa Saham utama Asia menundukkan gerak indeks yang mixed alias bervariasi dalam menyikapi pernyataan Jerome Powell.

Hingga ulasan Ini disunting, Indeks Nikkei (Jepang) naik moderat 0,24 persen dengan menapak posisi 41.288,29, sementara indeks KOSPI (Korea Selatan) menguat 0,23 persen di 2.867,58, dan indeks ASX 200 (Australia) melemah tipis 0,04 persen di 8.014,5.

Bekal sentimen yang masih positif dari Wall Street dan mixednya Bursa Saham Utama Asia, tentu akan menjadi modal yang agak menguntungkan bagi bursa Saham Indonesia. Terlebih pada sesi perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami koreksi yang lumayan signifikan. Untuk dicatat, sentimen domestik dari rilis data neraca dagang nasional yang turut melatari gerak turun IHSG pada sesi perdagangan kemarin. Sentimen positif dari The Fed yang berpadu dengan bervariasinya Indeks di Asia akan memberikan peluang bagi IHSG untuk melakukan gerak rebound, meski dalam rentang terbatas.

Situasi berbeda diperkirakan akan mendera nilai tukar Rupiah di sepanjang sesi perdagangan hari ini. Rupiah kini sedang dihinggapi sentimen kurang menguntungkan secara global, di mana pelaku pasar mulai melakukan akumulasi Dolar AS menyusul peluang besar kemenangan Trump dalam pilpres AS. Meski demikian, pelemahan Rupiah bilapun terjadi, akan cenderung berada dalam rentang moderat sebagaimana yang terjadi pada sejumlah mata uang utama dunia pagi ini.

Pelaku pasar terlihat masih wait and see terhadap kebijakan Trump bila benar memenangi pilpres AS. Pelaku pasar masih mengenang saat Trump menduduki Gedung Putih, di mana dengan sangat tegas dan penuh kejutan melancarkan aksi perang dagang dengan China yang berlanjut hingga kini.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Koperasi Berbasis Masjid Diharap Bangkitkan Ekonomi Lokal

Sabtu, 14 Maret 2026 | 18:02

Ramadan Momentum Menguatkan Solidaritas Sosial

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:44

Gerebek Rokok Ilegal Tanpa Tersangka, PB HMI Minta Dirjen Bea Cukai Dievaluasi

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:21

Mudik Arah Timur, Wakapolri: Ada Peningkatan Volume Kendaraan Tapi Lancar

Sabtu, 14 Maret 2026 | 17:08

Rencana Libatkan TNI Berantas Terorisme Kaburkan Fungsi Keamanan dan Pertahanan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:46

Purbaya: Ramalan Ekonomi RI Hancur di TikTok dan YouTube Tak Lihat Data

Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:21

KPK Tetapkan 2 Tersangka OTT di Cilacap

Sabtu, 14 Maret 2026 | 15:58

Komisi III DPR Minta Negara Tanggung Penuh Biaya Pengobatan Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 14:38

AS Pastikan Harga Minyak Dunia Tak akan Tembus 200 Dolar per Barel

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:55

Amerika Salah Perhitungan dalam Perang Melawan Iran

Sabtu, 14 Maret 2026 | 13:43

Selengkapnya