Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Pasar EV Global Dilanda Ketidakpastian, VinFast Tunda Dirikan Pabrik di AS

SENIN, 15 JULI 2024 | 16:47 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Rencana produsen kendaraan listrik (EV) Vietnam VinFast membuka pabrik senilai 4 miliar dolar AS di North Carolina, Amerika Serikat, pada 2025 terpaksa ditunda hingga 2028.

Selain itu, perusahaan yang didirikan oleh orang terkaya Vietnam Pham Nhat Vuong pada tahun 2017 tersebut juga memangkas perkiraan pengirimannya untuk tahun ini sebesar 20.000 unit di tengah ketidakpastian di pasar EV global.

VinFast, yang mulai memproduksi kendaraan listrik penuh pada tahun 2022, mengatakan pihaknya kini akan mengirimkan 80.000 kendaraan tahun ini, turun dari rencana awal 100.000.


Sebenarnya penjualan VinFast naik 24 persen menjadi sekitar 12.000 kendaraan pada kuartal kedua, dibandingkan dengan periode tiga bulan sebelumnya. 

Secara total, produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu menjual 21.747 unit pada paruh pertama tahun 2024, meningkat 92 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, tetapi sekitar seperempat dari perkiraan tahunan terbaru.

"Meski hasil pengiriman kuartal kedua menggembirakan, tantangan ekonomi yang berkelanjutan dan ketidakpastian dalam berbagai ekonomi makro serta lanskap kendaraan listrik global mengharuskan pandangan yang lebih hati-hati untuk sisa tahun ini," kata VinFast dalam sebuah pernyataan pada Sabtu, seperti dikutip dari Reuters, Senin (15/7).

VinFast telah mengumumkan pada tahun 2022 bahwa mereka akan membangun pabrik kendaraan listrik dan baterai di Amerika Serikat dengan kapasitas produksi tahunan sebesar 150.000 kendaraan, dengan tujuan memanfaatkan upaya pemerintahan Biden untuk menyetujui subsidi bagi kendaraan listrik yang dibuat di Amerika.

Namun, permintaan terhadap kendaraan listrik telah merosot di tengah tingginya biaya pinjaman dan karena pembeli beralih ke mobil hybrid bensin-listrik yang lebih murah, sehingga memaksa banyak produsen mobil untuk menilai kembali rencana mereka untuk pabrik dan model baru.

"Keputusan ini akan memungkinkan perusahaan untuk mengoptimalkan alokasi modalnya dan mengelola pengeluaran jangka pendeknya secara lebih efektif, memfokuskan lebih banyak sumber daya untuk mendukung target pertumbuhan jangka pendek dan memperkuat operasi yang ada," kata VinFast.

"Penyesuaian ini tidak mengubah strategi pertumbuhan fundamental dan target operasi utama VinFast," lanjutnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Istana Minta Kritik terhadap BI Dijadikan Evaluasi Penguatan Komunikasi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:23

Kursi Dua Wamen Kosong, Pemerintah Belum Siapkan Pengganti

Sabtu, 06 Juni 2026 | 14:10

Mensesneg soal Kabar Said Iqbal Masuk Kabinet: Masih Didiskusikan

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:59

Mubes V Kosgoro 1957 Digoyang Penolakan Daerah

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:52

AS Hantam Iran dengan Sanksi Baru, Jaringan Penyelundupan LPG Jadi Target

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:37

Istana Bantah Isu Menkeu dan Gubernur BI Bakal Dicopot

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:31

Prasetyo Hadi: Sinergi Pemerintah, DPR, dan BI Kunci Jaga Stabilitas Ekonomi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:20

Bank Indonesia Sudah Intervensi, Mengapa Rupiah Tetap Melemah?

Sabtu, 06 Juni 2026 | 13:08

Menkeu Purbaya Bantah Omzet Warteg Turun Jadi Bukti Daya Beli Lesu

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:47

Daftar Komoditas Dirilis, Danantara SDI Siap Kendalikan Rezim Baru Ekspor RI

Sabtu, 06 Juni 2026 | 12:21

Selengkapnya