Berita

Aksi masyarakat Uighur Amerika di depan Gedung Kedutaan Besar China di Washington DC, Jumat (5/7)./@Uyghur_American

Dunia

Uighur Amerika Gelar Peringatan Pembantaian Urumqi di Depan Kedubes China

MINGGU, 07 JULI 2024 | 20:14 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Peristiwa pembantaian Urumqi yang terjadi 5 Juli 2009 lalu diperingati masyarakat Uighur Amerika di depan Gedung Putih, Washington DC, pekan lalu (5/7).

Penyelenggara aksi ini, Uyghur American Association (UAA) membagikan foto-foto aksi mereka di akun X @Uyghur_American.

“Orang Amerika Uighur memperingati 15 tahun Pembantaian Urumchi di depan Kedutaan Besar Tiongkok di Washington, D.C., hari ini,” tulis akun itu.


UAA yang didirikan pada pada tahun 1998 merupakan organisasi non-partisan dengan tujuan utama mempromosikan dan melestarikan budaya Uighur dan mendukung hak masyarakat Uighur untuk menggunakan cara-cara damai dan demokratis untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri.

Berbasis di wilayah metropolitan Washington D.C., para pemimpin dan anggota UAA tersebar di seluruh Amerika Serikat. Dalam website resmi disebutkan, UAA melayani komunitas Uighur di Amerika Serikat dan sekitarnya dan memprioritaskan pelayanan masyarakat Uighur dan membuat suara Uighur didengar.

Peristiwa tragis pembantaian Urumqi terjadi ketika ribuan warga Uighur turun ke jalan menuju Lapangan Rakyat di pusat Urumqi untuk memprotes penanganan pemerintah Tiongkok terhadap insiden Shaoguan.

Sejumlah besar orang terbunuh dan menderita luka-luka dalam tiga hari kekerasan antara etnis minoritas Uighur dan Han Tiongkok yang dimulai pada tanggal 5 Juli 2009, di kota terbesar Xinjiang, Urumqi. Insiden ini melibatkan tewasnya beberapa warga Uighur di tangan gerombolan pekerja pabrik Tiongkok saat terjadi perselisihan.

Peringatan 15 tahun Pembantaian Urumqi ditandai oleh berbagai kelompok dan individu yang peduli terhadap hak asasi manusia, advokasi Uighur, dan mengenang para korban. Acara-acara ini biasanya berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kesadaran tentang Pembantaian Urumqi, memperingati para korban, dan mengadvokasi keadilan dan akuntabilitas.

Ada beberapa masalah penting mengenai Uighur di Tiongkok. Laporan dari berbagai sumber menunjukkan bahwa warga Uighur dan etnis minoritas lainnya di wilayah Xinjiang menghadapi pelanggaran hak asasi manusia yang meluas, termasuk penahanan sewenang-wenang, kerja paksa, praktik asimilasi paksa, serta penindasan agama dan budaya.

Pemerintah Tiongkok dituduh menahan ratusan ribu warga Uighur di kamp interniran dengan dalih memerangi ekstremisme dan terorisme. Kamp-kamp ini dilaporkan menjadikan para tahanannya mengalami indoktrinasi, pelecehan, dan kondisi yang keras.

Menurut laporan, Xinjiang diawasi secara ketat melalui teknologi pengawasan, termasuk pengenalan wajah, sistem pemantauan berbasis AI, dan pengumpulan data massal.

Pada tanggal 5 Juli, Kongres Uighur Dunia (WUC), sebuah organisasi hak asasi Uighur yang berbasis di Munich, Jerman, dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Jumat, mengutuk pihak berwenang Tiongkok atas kekejaman yang mereka lakukan terhadap komunitas Uighur di Turkistan Timur.

WUC mengecam Beijing dan menyatakan bahwa negara tersebut harus bertanggung jawab atas kekejaman di wilayah Turkestan Timur/Xinjiang, dan memberikan kompensasi kepada para korban atas kerugian yang mereka derita.

Dalam sebuah postingan di X, Kongres Uighur Dunia menyatakan, “Pada peringatan 15 tahun pembantaian Urumchi, WUC & @GfbV menuntut agar pemerintah pada akhirnya mengakui tanggung jawabnya atas pembantaian Uighur di Turkistan Timur dan memberikan kompensasi kepada mereka. korban.”

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya