Berita

Ilustrasi dokter asing dari China/RMOLNetwork

Politik

Rektor Unair Pecat Dekan FK Bisa karena Tekanan Atasan

MINGGU, 07 JULI 2024 | 13:00 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Keputusan Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya memecat Dekan Fakultas Kedokteran bisa saja karena pesanan dari atasan, menyusul penolakan atas impor dokter asing ke Indonesia.

Pengamat politik dari Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, berpandangan, keputusan Rektor Unair memecat Dekan FK, perlu ditelusuri lebih jauh.

"Perlu diketahui, apakah murni keputusannya atau karena tekanan dari atasan?" tanya Jamiluddin.


Penelusuran itu perlu dilakukan, karena bisa saja keputusan Rektor karena tekanan dari atasan.

"Sebab, keputusan itu berkaitan dengan penolakan terhadap rencana kedatangan dokter asing di Indonesia," katanya.

Meski Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah membantah hal itu. Namun sejak awal Kemenkes sudah menyatakan keputusan Rektor Unair itu murni masalah internal kampus.

"Bantahan Kemenkes itu tentu tak harus dipercaya begitu saja. Perlu ada Tim Independen untuk menelusuri hal itu," katanya.

Menurutnya, hal itu perlu dilakukan agar kampus steril dari intervensi kekuasaan.

"Kampus tidak boleh dimasuki benih-benih otoriter. Semua itu harus dibersihkan agar kebebasan kampus benar-benar terjaga," demikian Jamiluddin Ritonga.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Status Hukum dan Akuntansi Danantara Alami Kebingungan

Minggu, 26 Juli 2026 | 03:23

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Dua Korban Aksi Kekerasan di Yahukimo

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:57

Pembangunan Papua Harus Dimulai dari Pendidikan Anak

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:42

Pengusutan Diskriminasi WNI di Bali Penting Buat Jaga Wibawa Hukum

Minggu, 26 Juli 2026 | 02:24

Dari Ekopol Kolonial Menuju Berdaulat

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:57

Generasi Emas Institute jadi Harapan Baru Anak Muda Menatap 2045

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:33

Lahirnya Generasi Hebat OAP Tolok Ukur Keberhasilan PSN Papua

Minggu, 26 Juli 2026 | 01:10

Polda Jabar Selidiki Penemuan Jenazah Seorang Satpam di Waduk Jatiluhur

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:53

Cegah Bad Mining Lewat Koperasi

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:35

Dana Keistimewaan Yogyakarta Sukses Berdayakan Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 00:12

Selengkapnya