Berita

Rico Waas dan Zakiuddin Harahap/RMOLSumut

Politik

Pasangan Rico-Zakiuddin Pertontonkan Hegemoni Elite Politik

JUMAT, 05 JULI 2024 | 22:54 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Hegemoni elite politik semakin dipertontonkan dengan penunjukan pasangan Rico Waas-Zakiuddin Harahap untuk maju sebagai pasangan bakal calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Medan 2024.

Hal ini disampaikan pengamat politik Universitas Negeri Medan (Unimed) Bakhrul Khair Alam terkait munculnya nama pasangan bacakada yang diusung oleh Partai Nasdem dan Gerindra tersebut.

“Saya melihat perkawinan dua bakal calon ini lebih menggambarkan kepentingan elit politik dibanding kebutuhan masyarakat,” katanya kepada Kantor Berita Politik RMOLSumut, Jumat (5/7).


Bakhrul menjelaskan ada dua cara pandang dalam menilai niat dari partai politik saat memutuskan untuk menetapkan sosok yang akan diusung untuk maju di Pilkada Medan 2024. Cara pandang tersebut diukur dari rasionalitas berfikir masyarakat berdasarkan bobot dari sosok itu sendiri untuk dinilai pantas atau tidak untuk maju.

“Soal pantas ini kalau dalam konteks pemilihan, tentu saja potensinya untuk dipilih masyarakat. Dan itu salah satu tolak ukur yang lazim adalah soal elektabilitas. Apakah dia dikenal, disukai dan diterima masyarakat,” ujarnya.

Jika dikaitkan dengan hal ini, maka Rico Waas maupun Zakiuddin Harahap menurutnya masih sangat jauh dari indikator memiliki elektabilitas tinggi.

“Karena itulah maka tidak salah jika kita akan mudah menilai bahwa pasangan ini lebih pada pertimbangan kepentingan elit politik dibanding kepentingan rakyat,” pungkasnya.

Diketahui Rico Waas-Zakiuddin Harahap akan menjadi pasangan yang diusung Nasdem-Gerindra di Pilkada Medan 2024. Munculnya nama baru ini dinilai menjadi upaya dari partai tersebut untuk memdatangkan wajah baru pada Pilkada dari sekian banyaknya nama yang diprediksi akan bertarung.

Akan tetapi oleh sebagian orang menilai, kedua sosok ini akan sulit bertarung karena kalah pamor dari beberapa nama lain seperti Rahudman Harahap, Ade Jona Prasetyo, Aulia Rachman, Akhyar Nasution dan beberapa politisi lainnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya