Berita

Komponen drone China yang disita petugas bea cukai Italia di Pelabuhan Gioia Tauro/Net

Dunia

Gagal Dikirim ke Libya, Drone Militer China Keburu Disita Italia

RABU, 03 JULI 2024 | 14:00 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pihak berwenang Italia berhasil mencegat dan menyita dua drone militer buatan China yang awalnya akan dikirim ke Libya.

Menurut polisi dan badan bea cukai Italia, drone tersebut disamarkan agar terlihat seperti turbin angin, namun akhirnya ditemukan di enam kontainer di pelabuhan Gioia Tauro di wilayah selatan Calabria.

"Drone itu tersembunyi di antara replika bilah turbin angin," ungkap laporan tersebut, seperti dimuat AFP pada Rabu (3/7).


Penyitaan tersebut dilakukan karena Libya yang tengah dilanda perang saudara terkena embargo senjata internasional. Sehingga transaksi penjualan senjata militer dilarang.

Pengumuman penyitaan itu mengonfirmasi laporan surat kabar Italia Corriere della Sera yang diterbitkan 18 Juni lalu.

Dikatakan bahwa drone disita dari sebuah kapal kontainer yang datang dari pelabuhan Yantian di China selatan dan dalam perjalanan ke Benghazi, pelabuhan Libya timur yang dikendalikan oleh komandan militer Khalifa Haftar.

Libya mengalami kekacauan setelah penggulingan Muammar Gaddafi dalam pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011, dan terpecah antara pemerintahan yang bersaing di timur dan barat.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya