Berita

Gusti Bhre (kaca mata) hadir dalam suatu acara bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka/RMOLJawaTengah

Politik

Masuk Bursa Pilwalkot Solo, Begini Respons Mangkunegara X

JUMAT, 21 JUNI 2024 | 16:43 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sejumlah nama besar digadang-gadang ikut meramaikan bursa Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Solo 2024. Hasil survei yang digelar Maret 2024 oleh Solo Raya Polling, mengerucutkan 3 nama yang diharapkan masyarakat akan memimpin Solo 5 tahun ke depan.

Mereka adalah Wakil Wali Kota Surakarta Teguh Prakosa, Adipati Mangkunegara X, dan putra bungsu Presiden Jokowi Kaesang Pangarep. Tiga sosok ini memiliki elektabilitas yang tinggi dalam survei tersebut.

Dari tiga nama tersebut, Teguh Prakosa telah mendaftar penjaringan bacalon wawali ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Solo. Sementara Kaesang Pangarep belakangan disebut-sebut bakal maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta.


Namun demikian, nama kandidat ketiga, KGPAA Mangkunegara X yang akrab disapa dengan Gusti Bhre, justru tidak mau berkomentar banyak terkait Pilwalkot Solo untuk menggantikan Gibran Rakabuming Raka.

"Saat ini masih fokus ke Puro Mangkunegaran," jelas Gusti Bhre, diwartakan Kantor Berita RMOLJateng, Jumat (21/6).

Gusti Bhre menambahkan, selain fokus ke Mangkunegaran, sejauh ini juga belum ada partai politik yang secara resmi melamar dirinya untuk maju dalam Pilwalkot.

"Belum ada (parpol yang melamar)," imbuhnya.

Sebelumnya nama Gusti Bhre juga masuk dalam 7 orang dari eksternal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Solo. Di antaranya Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa, pimpinan Pura Mangkunegaran Solo Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara X, dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Sekar Tandjung.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya