Berita

Ketua DPD RI, LaNyalla Mahmud Mattalitti menjamu kedatangan The Asia Campaign Director at Survival International, Sophie Grig/Ist

Politik

Survival International Puji Ketegasan Ketua DPD Bela Orang Tobelo Dalam

RABU, 19 JUNI 2024 | 10:34 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Sikap tegas Ketua DPD RI, LaNyalla Mattalitti yang meminta perlindungan terhadap orang Tobalo Dalam atau Suku Togutil di Maluku Utara diapresiasi organisasi hak asasi manusia.

Salah satunya organisasi Survival International. Bahkan sebagai bentuk apresiasi, The Asia Campaign Director at Survival International, Sophie Grig langsung menemui Ketua DPD RI untuk menyampaikan ucapan terima kasih.

"Saya menyambut baik pernyataan Ketua DPD RI yang meminta agar hak-hak masyarakat yang memilih hidup di dalam hutan dilindungi. Menurut catatan kami, hal itu adalah satu-satunya pernyataan yang keluar dari lembaga Negara di Indonesia," kata Sophie dalam keterangan tertulisnya, Rabu (19/6).


Adapun pertemuan Survival International dan pimpinan DPD RI berlangsung di kediaman LaNyalla di kawasan Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (18/6).

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD RI didampingi Ketua Badan Akuntabilitas Publik, Tamsil Linrung; Pimpinan Komite II, Bustami Zainudin; anggota Komite III, Abdi Sumaithi; dan Staf Khusus Ketua DPD RI, Sefdin Syaifudin; serta staf ahli bidang internasional, Pitan Daslani.

Secara khusus, Shopie meminta pemerintah memperhatikan nasib masyarakat Suku Togutil. Sebab perlakuan pemerintah terhadap masyarakat yang secara internasional disebut 'orang yang mengisolasi mandiri' ini akan dilihat dunia.

Shopie sendiri menyebut, Survival International telah lama memperhatikan dan memantau orang Tobelo Dalam.

"Kami mendengarkan keluhan dan masalah yang mereka hadapi. Ada banyak hal yang menimbulkan masalah bagi mereka, salah satunya keberadaan perusahaan tambang mengganggu hutan tempat hidup mereka," ujarnya.

Dikatakan Shopie, saat ini jumlah Orang Tobelo Dalam sekitar tiga ribuan jiwa. Hanya saja, ada sekitar 400 hingga 500 jiwa yang memilih mengisolasi mandiri di dalam hutan-hutan Halmahera Barat.

"Tahun 2016-2022 terjadi kerusakan hutan yang hebat oleh aktivitas pertambangan yang semakin meluas. Kementerian LHK menemukan lebih dari 25 pelanggaran yang dilakukan perusahaan tambang. Tahun 2022-2024 mereka mendapat rapor merah dari KLHK," tutur Shopie.

Di sisi lain, LaNyalla mengaku telah meminta Pemprov Maluku Utara dan Pemkab Halmahera Barat untuk memperhatikan dengan baik persoalan ini. Apalagi, Pemkab dan Pemprov telah memiliki Perda Tata Ruang terkait hal ini, yakni Perda 2/2023 tentang RTRW dan Perda 8/2014 tentang Perlindungan Hak-hak Masyarakat Adat di Wilayah Pertambangan.

"Semestinya, hutan adat dan hutan negara itu dipisah, sebagaimana putusan MK Nomor 35/PUUX/2012. Jadi, yang bisa diberikan hak konsesi itu adalah hutan negara. Sementara hutan adat adalah hutan yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat," tegas LaNyalla.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Ibunda Meninggal Dunia, Ferdy Sambo Tak Hadiri Pemakaman

Senin, 28 September 2026 | 15:41

UPDATE

Tiga Tantangan Utama Ekonomi Global Menurut IMF: Energi, Utang, dan Teknologi AI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 08:10

Tiga Indeks Wall Street Melemah, Dow Jones Turun 0,66 Persen

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:46

Harga Logam Mulia Redup Disengat Dolar AS dan Kenaikan Imbal Hasil

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:34

Mantan Ibu Negara Sri Lanka Ditangkap, Terseret Dugaan Penyalahgunaan Dana Donasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:16

Bursa Eropa Berguguran Disengat Lonjakan Minyak dan Obligasi

Kamis, 08 Oktober 2026 | 07:02

Baznas Perkuat Ekosistem Digital Fundraising

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:51

PDIP Didorong Galang Kekuatan Politik di DPR terkait Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:25

Pilpres 2029 Lampu Kuning untuk Gibran

Kamis, 08 Oktober 2026 | 06:01

Pakpok Putusan MK

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:33

Pramono Larang PMI Pungut Iuran ke ASN DKI

Kamis, 08 Oktober 2026 | 05:21

Selengkapnya