Berita

Pakar Ekonomi, Faisal Basri/Repro

Politik

Pemerintahan Prabowo Harus Bisa Kuatkan KPK

SENIN, 17 JUNI 2024 | 22:12 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pemberantasan korupsi dinilai menjai hal yang penting untuk menyelamatkan ekonomi nasional yang saat ini berada di jurang krisis moneter.

Pakar ekonomi Faisal Basri menuturkan penyelamatan ekonomi nasional salah satunya dengan memberantas korupsi. Prabowo Subianto punya tugas besar memberantas korupsi dengan menguatkan kembali KPK.

"Penting. KPK itu harus dikuatkan kembali itu tugas pertama Pak Prabowo," tegas Faisal Basri dikutip dalam akun Youtube Novel Baswedan dengan tema Hilirisasi Proyek Sesat dan Omong Kosong? Siap-siap Badai PHK, Senin (17/6).


Ia berharap Prabowo menyadari akan bahaya budaya korupsi para elite politik dan pejabat negara yang mampu memporakporandakan ekonomi nasional.

Jika Prabowo tidak mampu memberantas korupsi sampai ke akarnya, akan berbahaya bagi kondisi ekonomi saat ini.

"Nanti kita lihat saja mudah-mudahan dia (Prabowo) sadar, kalau enggak kankernya makin merembet kemana-mana, ekonomi dipenuhi oleh kanker yang gak bisa berbuat apa-apa," tutupnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya