Berita

Tenda jemaan haji Indonesia di Arafah, satu tenda untuk 225 jemaah/Ist

Politik

Kasihan Lansia, Tenda Haji di Arafah Terlalu Sempit

SENIN, 17 JUNI 2024 | 13:11 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR, Syarief Abdullah Alkadrie, menerima keluhan jemaah haji Indonesia asal Kalimantan Barat terkait kondisi tenda di Arafah yang terlalu sempit.

Menurut laporan yang diterima, tenda dengan ukuran 18x24 meter diisi 225 orang, hingga menciptakan kondisi yang jauh dari kata nyaman, terutama bagi para lanjut usia (Lansia).

"Ini sangat memprihatinkan, mengingat banyaknya jumlah Lansia di antara jemaah kita. Mereka butuh ruang lebih luas untuk istirahat dengan layak," kata Syarief, lewat keterangan resmi, Senin (17/6).


Situasi diperparah dengan sejumlah Lansia yang harus segera dilarikan ke rumah sakit setempat, akibat kondisi kesehatan yang memburuk di tengah kepadatan itu.

Beberapa Lansia mengalami dehidrasi dan kelelahan ekstrem, yang merupakan risiko serius pada iklim panas di Arafah.

Ditambahkan juga, para petugas haji di lapangan juga mengakui, pengaturan tenda yang sempit menimbulkan tantangan dalam memberikan pelayanan optimal kepada jemaah, terutama yang membutuhkan perhatian khusus, seperti lansia.

Legislator Nasdem dari Komisi V itu juga menekankan pentingnya evaluasi dan perbaikan segera dari pihak penyelenggara haji, untuk memastikan kondisi yang lebih baik di masa mendatang.

Kementerian Agama RI yang bertanggung jawab atas penyelenggaraan haji, diharapkan dapat memberikan penjelasan serta solusi atas permasalahan ini.

"Kita perlu memastikan bahwa semua jemaah, terutama berusia lanjut, mendapat kenyamanan dan keamanan selama menjalankan ibadah haji. Ini tanggung jawab kita bersama," tegas Syarief.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya