Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pertemuan tingkat menteri IPEF di Singapura/Ist

Politik

Airlangga Dorong Hasil Pertemuan Tingkat Menteri IPEF Bermanfaat untuk Rakyat

KAMIS, 06 JUNI 2024 | 19:58 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perjanjian Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF) berupa pilar perdagangan, rantai pasok, ekonomi bersih, dan ekonomi yang adil perlu diimplementasikan lewat penciptaan lapangan kerja baru untuk masyarakat.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dalam pertemuan tingkat menteri IPEF di Singapura, Kamis (6/6).

Pertemuan tersebut menegaskan komitmen bersama untuk memperkuat dan mewujudkan ekonomi yang bersih, adil, dan holistik di kawasan Indo-Pasifik.


“Kita harus mewujudkan berbagai proyek konkret di tahun depan. No one is left behind. The progress of the projects is there. The projects hopefully will create jobs in the regions,” tegas Menko Airlangga.

Mempertegas pernyataan Menko Airlangga, Menteri Perdagangan AS, Gina Raimondo menekankan pentingnya IPEF untuk memberikan hasil konkret dan manfaat nyata kepada masyarakat, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“IPEF harus menciptakan lapangan kerja dan peluang bagi masyarakat kita,” kata Raimondo mendukung pernyataan Airlangga.

Pertemuan tingkat menteri IPEF ini menghadirkan para menteri senior dari 14 negara mitra IPEF, yang mewakili lebih dari 40 persen dari ekonomi (GDP) dunia dan 28 persen dari perdagangan barang dan jasa secara global.

Indonesia bersama mitra IPEF berkomitmen melanjutkan langkah menuju ratifikasi dan implementasi kesepakatan yang telah ditandatangani. Para mitra IPEF akan terus memantau perkembangan di bawah ketiga pilar IPEF dan mengukur hasil konkret dalam pertemuan tingkat menteri berikutnya pada bulan September 2024 di Washington DC.

Selain itu, melalui pertemuan ini telah diluncurkan Clean Economy Investor Forum (CEIF) sebagai forum antar negara anggota yang akan membantu memobilisasi dana untuk teknologi energi bersih di negara-negara IPEF.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya