Berita

Materi yang dikumpulkan oleh misi Chang'e-6 China dari sisi jauh Bulan/Net

Dunia

Pesawat Chang'e-6 China Bersiap Bawa Sampel Bulan ke Bumi

SELASA, 04 JUNI 2024 | 17:28 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Setelah berhasil melakukan pendaratan di sisi jauh Bulan sejak akhir pekan lalu, pesawat ruang angkasa Chang'e-6 milik China bersiap kembali ke Bumi pada Selasa (4/6).

Badan Antariksa Nasional China (CNSA) melaporkan Chang'e-6 telah lepas landas dari Bulan menuju Bumi membawa sampel yang diambil dari permukaan Bulan.

Menurut CNSA, perjalanan Chang'e-6 kembali ke Bumi merupakan capaian bersejarah.  


"Modul ascender wahana antariksa Chang'e-6 lepas landas dari permukaan Bulan. Misi tersebut telah bertahan dalam uji suhu tinggi di sisi jauh Bulan," bunyi pernyataan tersebut, seperti dimuat Xinhua.

Pada Minggu (2/6), Chang'e-6 berhasil mendarat di Cekungan Aitken Kutub Selatan Bulan yang luas. Robot antariksa itu memiliki dua metode pengumpulan sampel yakni bor untuk mengumpulkan material di bawah permukaan dan lengan robot untuk mengambil spesimen di atas permukaan.

Setelah berhasil mengumpulkan sampelnya, Chang'e-6 mengibarkan bendera China untuk pertama kalinya di sisi jauh Bulan.

Menurut laporan Xinhua, disebut sisi jauh Bulan karena tidak pernah terlihat dari sisi Bumi. Lokasi ini dinilai mampu memberikan petunjuk yang lebih baik tentang bagaimana Bulan terbentuk.

Beijing telah mencurahkan sumber daya yang besar ke dalam program ruang angkasa selama satu dekade terakhir.

Mereka berhasil mencapai beberapa pencapaian penting, termasuk membangun stasiun luar angkasa yang disebut Tiangong, atau “istana surgawi”.

Sebagai negara ketiga, China berhasil mendaratkan robot penjelajah di Mars dan Bulan. Ambisi besarnya adalah mengirim astronot manusia ke bulan pada tahun 2030 dan berencana membangun pangkalan di permukaan Bulan.

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya