Berita

Menteri Imigrasi Kanada, Marc Miller/Net

Dunia

Kanada Siapkan 5.000 Visa untuk Selamatkan Warga Gaza dari Israel

SELASA, 28 MEI 2024 | 09:21 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Prihatin dengan serangan terbaru Israel di kota Rafah, Gaza Selatan, pemerintah Kanada memutuskan memberi lebih banyak visa untuk warga Palestina yang terdampak konflik.

Menteri Imigrasi Kanada, Marc Miller mengatakan bahwa visa untuk kerabat warga Kanada yang ada di Gaza akan meningkat lima kali lipat dari 1.000 visa penduduk sementara yang diberikan berdasarkan program khusus Desember lalu.

Peningkatan itu memungkinkan 5.000 warga Gaza pindah sementara ke Kanada. Kendati demikian, Miller menyadari bahwa perpindahan itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena kontrol Israel yang ketat di perbatasan.


“Meskipun pergerakan keluar dari Gaza saat ini tidak memungkinkan, situasinya dapat berubah sewaktu-waktu. Dengan peningkatan batas ini, kami akan siap membantu lebih banyak orang seiring dengan perkembangan situasi,” paparnya, seperti dimuat AFP pada Selasa (28/5).

Menurut data Imigrasi Kanada, saat ini ada 448 warga Gaza yang telah diberikan visa sementara, termasuk 254 orang berdasarkan kebijakan yang tidak terkait dengan program visa khusus, dan sejauh ini 41 orang telah tiba di Kanada.

Serangan udara Israel pada Minggu malam (26/5) memicu kebakaran di sebuah kamp tenda di kota Rafah di Gaza selatan, memicu kecaman dari para pemimpin global termasuk dari Kanada.

Menteri Luar Negeri Kanada Melanie Joly mengaku prihatin dengan serangan tersebut dan menegaskan bahwa negaranya tidak mendukung aksi Israel.

“Kami ngeri dengan serangan yang menewaskan warga sipil Palestina di Rafah,” ujarnya dalam sebuah pernyataan pada Senin (27/5).

Jolu mendesak agar Mahkamah Internasional (ICJ) kembali mengeluarkan perintah yang mampu menghentikan Israel.

“Tingkat penderitaan manusia ini harus diakhiri. Kami menuntut gencatan senjata segera,” tegasnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan di Rafah tidak dimaksudkan untuk menimbulkan korban sipil dan mencium ada sesuatu yang tidak beres.

Militer Israel, yang berusaha melenyapkan Hamas di Gaza, mengatakan pihaknya sedang menyelidikinya.

Hampir 36.000 warga Palestina telah tewas dalam serangan Israel di Gaza dan diperkirakan 1,7 juta orang, lebih dari 75 persen populasi Gaza telah mengungsi.

Israel melancarkan kampanye militernya setelah militan pimpinan Hamas menyerang komunitas Israel selatan pada 7 Oktober, menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera lebih dari 250 orang.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya