Berita

Ilustrasi Pilkada 2024/Net

Politik

Komunitas Radio jadi Salah Satu Senjata Penangkal Hoax Pilkada 2024

SENIN, 27 MEI 2024 | 13:45 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Komisi Pemilihan Umum (KPU) terus berupaya mensukseskan Pilkada serentak 2024, mulai dari tahapan persiapan hingga pascapemungutan suara, dengan harapan semua berjalan lancar tanpa ekses negatif.

Pencegahan penyebaran berita hoax menjadi salah satu prioritas utama KPU dalam rangka menjaga situasi kondusif selama proses Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada November mendatang.

Untuk menangkal hoax, KPU Jawa Barat telah menggandeng Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) sebagai mitra strategis. Kolaborasi ini bertujuan untuk menyebarkan informasi yang benar dan mencegah masyarakat terprovokasi oleh berita palsu yang beredar, terutama di wilayah pedesaan.


Kepala Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Jabar, Adie Saputro menyatakan, edukasi melawan hoax menjadi salah satu indikator keberhasilan Pemilu 2024 lalu yang akan dilanjutkan dalam pelaksanaan Pilkada serentak 2024.

"Penggiat media dan jaringan komunitas radio memiliki peran penting mengawal informasi soal Pilkada. Apalagi, di era digital ini informasi hoax rentan menyebar ke masyarakat," kata Adie Saputro, dikutip Kantor Berita RMOLJabar, Senin (27/5).

Adie menekankan, tujuan utama sosialisasi ini adalah agar masyarakat tidak mudah terprovokasi dan menelan informasi yang belum tentu benar, khususnya yang diperoleh dari media sosial.

"Kalau belum tahu kebenarannya jangan disampaikan dulu ke media sosial. Jadi, disaring dulu informasinya," ujar Adie.

Ia berharap pegiat media sosial maupun jaringan komunitas radio ikut berkontribusi dalam menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat. Mengingat dampak negatif dari informasi hoax bisa menimbulkan kegaduhan.

"Jangan sampai terpecah belah gegara pemilu. Kita yang menentukan pilihan untuk masa depan kita juga," tambahnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Advokasi Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI), Akhmad Rofahan menambahkan, komitmen mendukung terciptanya pemilu yang damai dan demokratis.

"Sekitar 350 lebih radio komunitas, di 23 provinsi yang berada dalam naungan JRKI. Radio tersebut bisa memberikan edukasi politik melalui siaran," papar Rofahan.

Langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab untuk memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, terutama yang berada di pedesaan dan akar rumput. Radio komunitas yang mayoritas berada di wilayah pedesaan menjadi media strategis untuk memberikan pemahaman terkait pemilu kepada masyarakat.

"Mayoritas radio komunitas yang kami naungi, berada di wilayah pedesaan dan area blank spot. Sehingga, radio komunitas menjadi media strategis untuk memberikan penyadaran dan pendidikan politik," pungkas Rofahan.

Dengan sinergi antara KPU Jabar dan JRKI, diharapkan masyarakat Jawa Barat dapat menerima informasi yang akurat dan edukatif. Sehingga Pilkada serentak 2024 dapat berjalan dengan damai dan sukses tanpa adanya gangguan dari berita hoax.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

UPDATE

PKB Merawat NU Tanpa Campuri Urusan Internal

Kamis, 05 Februari 2026 | 18:01

Polisi: 21 Karung Cacahan Uang di TPS Liar Terbitan BI

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:56

Seskab: RI Belum Bayar Iuran Board of Peace, Sifatnya Tidak Wajib

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:51

Ekonomi Jakarta Tumbuh Positif Sejalan Capaian Nasional

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:46

Amdatara Gelar Rakernas Perkuat Industri Air Minum Berkelanjutan

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:30

Mahfud Sebut Sejarah Polri Dipisah dari Kementerian Hankam karena Dikooptasi

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:14

AHY Optimistis Ekonomi Indonesia Naik Kelas

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:13

Gaya Komunikasi Yons Ebit Bisa Rusak Reputasi DPN Tani Merdeka

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:08

Juda Agung Ngaku Mundur dari BI karena Ditunjuk Prabowo Jadi Wamenkeu

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:05

Tragedi Anak di Ngada Bukti Kesenjangan Sosial Masih Lebar

Kamis, 05 Februari 2026 | 17:04

Selengkapnya