Berita

Ilustrasi/Net

Otomotif

Peneliti Inggris: Mobil Listrik lebih Rentan Menabrak Pejalan Kaki, Ini Penyebabnya

JUMAT, 24 MEI 2024 | 12:09 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan analisis kecelakaan lalu lintas jalan raya di Inggris menunjukkan bahwa mobil hybrid dan listrik lebih berisiko menabrak pejalan kaki dibandingkan kendaraan berbahan bakar bensin atau diesel.

Dilaporkan The Guardian yang dikutip Jumat (24/5), data dari 32 miliar mil perjalanan dengan mobil bertenaga baterai dan 3 triliun mil perjalanan dengan mobil berbahan bakar bensin dan diesel menunjukkan bahwa mobil listrik dan hybrid berisiko dua kali dan tiga kali lebih mungkin menabrak pejalan kaki dibandingkan mobil bertenaga bahan bakar fosil.

Alasan mengapa mobil ramah lingkungan lebih berbahaya masih belum jelas. Namun para peneliti menduga ada sejumlah faktor yang menjadi penyebabnya.  


Salah satunya, pengemudi mobil listrik cenderung lebih muda dan kurang berpengalaman, dan kendaraan jauh lebih senyap dibandingkan mobil bermesin pembakaran, sehingga lebih sulit untuk didengar, terutama di perkotaan.

“Mobil listrik berbahaya bagi pejalan kaki karena kecil kemungkinannya untuk terdengar dibandingkan mobil bensin atau diesel,” kata Phil Edwards, penulis pertama studi tersebut dan profesor epidemiologi dan statistik di London School of Hygiene & Tropical Medicine.

“Pemerintah perlu memitigasi risiko ini jika mereka ingin menghentikan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel," ujarnya.

“Jika Anda beralih ke mobil listrik, ingatlah bahwa itu adalah kendaraan jenis baru,” tambah Edwards.

Mobil ini, katanya, jauh lebih senyap dibandingkan mobil model lama, dan pejalan kaki telah belajar menavigasi jalan dengan mendengarkan lalu lintas.  

"Pengemudi kendaraan ini harus ekstra hati-hati," kata Edwards.

Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama kematian di kalangan anak-anak dan dewasa muda di Inggris, dengan seperempat dari seluruh kematian di jalan disebabkan oleh pejalan kaki.

Pada tahun 2017, laporan Departemen Transportasi AS menemukan bahwa mobil listrik dan hibrida menimbulkan risiko 20% lebih tinggi terhadap pejalan kaki dibandingkan mobil berbahan bakar bensin dan diesel, dan risiko 50 persen lebih tinggi saat bergerak dengan kecepatan rendah, seperti berbelok, mundur, dan berhenti.

Edwards bersama rekan-rekannya mempelajari data perjalanan dan kecelakaan lalu lintas di Inggris dari tahun 2013 hingga 2017. Analisis mereka mencakup 916.713 korban dimana 120.197 di antaranya adalah pejalan kaki. Lebih dari 96.000 orang tertabrak mobil pribadi atau taksi.

Di daerah pedesaan, mobil bertenaga baterai tidak lebih berbahaya daripada bensin atau solar, namun di kota besar dan kecil, mobil bertenaga baterai tiga kali lebih mungkin bertabrakan dengan pejalan kaki, demikian temuan para peneliti.

Sejak Juli 2019, semua kendaraan hybrid dan listrik baru yang dijual di Eropa diwajibkan memiliki sistem peringatan kendaraan akustik yang mengeluarkan suara saat mobil melaju perlahan, namun terdapat ratusan ribu mobil listrik di jalan tanpa perangkat tersebut.

“Jika pemerintah memastikan sistem ini dipasang di semua kendaraan listrik dan dipasang pada mobil listrik yang lebih tua, itu akan menjadi awal yang baik,” kata Edwards.

Populer

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

UPDATE

Update: Korban Jiwa Longsor Bandung Barat 16 Orang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:52

Dede Sulaeman Wafat, Rencana MSBI Datangi Kantor FIFA di Zurich Dijadwal Ulang

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:35

Kapolri Naikkan Pangkat Dua Anggota Polisi yang Tewas Tertabrak Truk TNI

Minggu, 25 Januari 2026 | 21:33

Kabar Duka Mantan Striker Timnas Dede Sulaeman Wafat di Lapang Bola

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:58

Saut Minta KPK Selidiki Sengkarut Coretax

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:50

PT ARA Bantah Gunakan Dokumen Palsu

Minggu, 25 Januari 2026 | 20:26

Debut Apik Raymond-Joaquin

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:46

Tim Hukum Nadiem Makarim Tak Siap Hadapi JPU

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:32

Wapres Gibran Minta Maaf ke Korban Longsor Bandung Barat

Minggu, 25 Januari 2026 | 19:18

Korupsi Sektor Pajak Terjadi karena Penyelewengan Kekuasaan

Minggu, 25 Januari 2026 | 18:59

Selengkapnya