Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Indonesia Ternyata Lebih Banyak Impor dari Israel Dibanding dari Iran, Segini Nilainya

SENIN, 20 MEI 2024 | 16:22 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indonesia tercatat lebih banyak mengimpor barang dari Israel dibandingkan dari Iran.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), total nilai impor Indonesia dari Israel tercatat mencapai 21,93 juta dolar AS (Rp350 miliar), atau setara 0,22 persen dari total impor Timur Tengah.

Mayoritas barang yang diimpor terdiri dari mesin dan peralatan mekanik serta bagiannya, perkakas dan peralatan dari logam tidak mulia, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.


Sementara total impor Indonesia ke Iran dilaporkan hanya mencapai 11,72 juta dolar AS (Rp187 miliar) atau setara 0,12 persen total impor ke Timteng.

"Komoditas utama yang kita impor dari Iran adalah buah-buahan, bahan bakar, mineral, serta bahan kimia organik," ujar Amalia.

Meski demikian, nilai ekspor Indonesia ke Iran diketahui lebih besar daripada ke Tel Aviv, dengan total 195,13 juta dolar AS (Rp3,1 triliun), atau setara dengan 2,15 persen di sepanjang tahun 2023.

"Tiga komoditas utama yang diekspor Indonesia ke Iran antara lain buah-buahan, kendaraan dan bagiannya, serta berbagai produk kimia," kata Amalia.

Sementara itu, nilai ekspor dari Indonesia ke Israel sepanjang tahun lalu mencapai 165,77 juta dolar AS (Rp2,6 triliun), setara 1,83 persen dari total ekspor Indonesia ke Timur Tengah.

Adapun komoditas yang paling banyak diekspor Indonesia ke Israel yaitu lemak dan minyak hewan atau nabati, alas kaki, serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya.

Untuk itu, jika dilihat berdasarkan nilai surplusnya, Indonesia mencatatkan nilai surplus neraca dagang lebih besar dengan Iran, yaitu sebesar 183,41 juta dolar AS (Rp2,9 triliun). Sementara nilai surplus neraca dagang Indonesia dengan Israel hanya mencapai 143,84 juta dolar AS (Rp2,2 triliun).

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Malaysia Fair 2026 Jadi Ajang Perluasan Pasar Medical Tourism di Indonesia

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:12

CFD Rasuna Said Kembali Digelar, Ini Lokasi Parkir dan Rute Transportasi Umumnya

Jumat, 05 Juni 2026 | 18:10

Begini Spek Bangunan SPPG di Daerah 3T yang Dibangun Kementerian PU

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:47

Sambut Nanik Deyang, APJI Minta Juknis Dapur MBG Dibenahi

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:01

Menteri PU Rampungkan 222 SPPG di Daerah 3T

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:48

KPK Panggil Motivator Ary Ginanjar Agustian di Kasus Gratifikasi IUP Kukar

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:45

Akulaku Finance Dukung Proses Hukum pada Tindakan Kecurangan

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:36

Mubes Kosgoro 1957: Berkas La Ode Beres, Sari Yuliati Belum Bayar Administrasi

Jumat, 05 Juni 2026 | 16:18

Awas Kolesterol Naik! Ini 5 Tips Sehat Mengolah Daging Kurban ala Ahli Gizi UNS

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:57

AS Buka Jalur untuk 36 Kapal Bantuan Kemanusiaan di Selat Hormuz

Jumat, 05 Juni 2026 | 15:33

Selengkapnya