Berita

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati/RMOL

Politik

Sri Mulyani: Kemiskinan dan Pengangguran Turun Signifikan

SENIN, 20 MEI 2024 | 12:35 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Anggaran untuk program makan siang dan susu gratis belum tercantum pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025. Sementara anggaran pendidikan mencapai Rp742 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati saat paparan pada rapat paripurna, hanya menjelaskan, anggaran pendidikan yang akan diberikan sebesar Rp708 triliun hingga Rp742 triliun, untuk membangun produktivitas sumber daya manusia.

“Dalam rangka meningkatkan produktivitas pembangunan SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan, mulai PAUD hingga perguruan tinggi, dan memberikan bantuan kepada siswa tidak mampu melalui beasiswa, mulai SD hingga perguruan tinggi,” papar Sri Mulyani, saat jumpa media, di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin (20/5).


Menteri Keuangan dua periode itu juga melaporkan kepada parlemen, sampai akhir 2023, jumlah penerima beasiswa LPDP telah mencapai 45.496 orang.

Selain itu, kata dia, di sektor kesehatan, pemerintah mampu penurunan prevalensi stunting dari 37.2 persen pada 2013 menjadi 21,5 persen pada 2023, dan akan diakselerasi untuk mencapai target 14 persen pada 2024.

Dari sisi kesejahteraan, Sri Mulyani mengklaim tingkat kemiskinan turun signifikan dari 11,25 persen pada 2014 menjadi single digit 9,36 persen di 2023. Kemiskinan ekstrem juga turun tajam dari 6,18 persen di 2014 menjadi 1,12 persen di 2023.

"Tingkat pengangguran nasional juga terus menurun. Per Februari 2024 tercatat di level 4,82 persen, turun signifikan dari 5,7 persen (Februari 2014), dan sudah di bawah level pra-pandemi,” tutupnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Megawati: Kudatuli adalah Simbol Ketidakadilan!

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:38

Densus 88 Ciduk Dua Pria Terlibat Jaringan Terorisme di Ciamis dan Lampung

Selasa, 21 Juli 2026 | 23:11

PDIP Sebut Babinsa Awasi Wajib Pajak Salahi Wewenang

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:47

Purbaya Buka Peluang Ubah Status KEK di Bali untuk PFII

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:39

Megawati Minta Pramono dan Doel Kembalikan TIM jadi Tempat Seniman

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:30

Warga Kwini 8 Minta Sengketa Diselesaikan Lewat Jalur Hukum

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:28

PPP Dukung Tindakan Tegas Polri Jaga Kamtibmas di Jakarta

Selasa, 21 Juli 2026 | 22:14

KPK Terbitkan Dua Sprindik Pengembangan Kasus Bea Cukai, Sudah Ada Tersangka

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:31

Pakar Soroti Modus Dugaan TPPU Febrie dari Safe House hingga Temuan Emas Batangan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:24

Kiprah Mantri BRI Menjadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

Selasa, 21 Juli 2026 | 21:14

Selengkapnya