Berita

Nadiem Makarim/Net

Politik

Prabowo Mesti Coret Nadiem Makarim dari Daftar Menteri

JUMAT, 17 MEI 2024 | 11:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Presiden terpilih 2024 Prabowo Subianto didorong publik untuk tidak memasukkan nama Nadiem Makarim ke daftar Menteri kabinetnya, sebagai akibat dari maraknya guru yang terjerat pinjaman online (pinjol).

Pengamat politik Citra Institute Efriza mengamati, pergantian kepemimpinan negara tinggal beberapa bulan lagi, sehingga Prabowo perlu segera mematangkan susunan kabinet termasuk nama-nama menterinya.

"Khusus sektor pendidikan, Prabowo harus berani tidak melanjutkan Nadiem, karena program-programnya tak tepat sasaran dan tak memahami kondisi di lapangan," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (16/5).


Dia memandang, Prabowo punya konsen terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program-program yang telah disusunnya.

"Misalnya, Prabowo harus memaknai program kesehatan bukan sekadar fisik, tapi kesehatan mental, dan kesehatan pikiran. Ini dimulai dari pendidikan dan kesejahteraan," tuturnya.

Oleh karena itu, dosen ilmu pemerintahan Universitas Pamulang (UNPAM) itu menyarankan Prabowo mencari figur yang tepat dan bukan sekadar figur pengusaha, tapi yang benar-benar punya rekam jejak pendidikan.

Karena dia memandang, pendidikan di Indonesia harus dimulai dari memilih orang yang tepat, yang sudah memahami problematika pendidikan dalam negeri. Bahkan bila perlu menurutnya, seleksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dilakukan dengan cara melakukan interview langsung dengan Prabowo.

"Diharapkan Prabowo berani menyatakan kepada calon yang dianggap layak apa saja 3 sampai 5 program buruk Nadiem yang ditemukan," tuturnya.

"Juga semestinya minta gagasannya yang menghubungkan kesejahteraan, beban kerja, dan memajukan pendidikan tetapi memahami karakter masyarakat, budaya, dan juga memahami kelemahan dari negara ini," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bursa Asia Ambruk, Saham Teknologi Berguguran

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:30

Nasdaq Tertekan, Investor Wall Street Waspadai Inflasi AS

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:17

Bidik Pasar Modal, Dua BUMD DKI Konsultasikan Rencana IPO ke OJK

Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:06

Delta Tunda Penerbangan ke Arab Saudi Usai Serangan Riyadh hingga 2027

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:46

Logam Mulia Tertekan Dolar Jelang Rilis Inflasi Amerika Serikat

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:29

Pasar Eropa Hijau Didorong Saham Perbankan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:13

Drone Seeder Solusi Reklamasi Lahan Pascatambang, SOP Masih Digodok

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:56

Republik Konoha dan Krisis Ketiga

Selasa, 13 Oktober 2026 | 06:23

Olahan Sagu Inovasi TEP IPB University Ramaikan Festival Kali Maro IV Merauke

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:57

Ijazah bagi Kekuasaan

Selasa, 13 Oktober 2026 | 05:27

Selengkapnya