Berita

Ketua Dewan Pakar Koalisi Indonesia Maju Burhanuddin Abdullah, Ketua Dewan Pembina Relawan Prabowo-Gibran (RMPG) Khalid Zabidi yang juga Alumni ITB dan narasumber lain dalam diskusi bertajuk ‘Menjemput Kebangkitan Nasional 2045: Arah Ekonomi Kepemimpinan Baru Indonesia’ di Hotel Veranda Kebayoran, Jakarta Selatan, Kamis (16/5)/RMOL

Politik

Persiapkan Indonesia Emas 2045, B-Club Alumni ITB Minta Pemerintah Baru Fokus ke Persoalan Ekonomi

KAMIS, 16 MEI 2024 | 21:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah Prabowo-Gibran harus memikirikan arah ekonomi demi menuju Indonesia Emas 2045.

Kira-kira topik ini yang dibahas oleh Komunitas alumni ITB bernama Ganesha Breeding Club (B-Club) dalam diskusi bertajuk ‘Menjemput Kebangkitan Nasional 2045: Arah Ekonomi Kepemimpinan Baru Indonesia’ di Hotel Veranda Kebayoran, Jakarta Selatan, pada Kamis malam (16/5).

Koordinator B-Club Lutfi Alkatiri, mengatakan acara tersebut diadakan dalam rangka peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) sebagai momentum untuk mempersiapkan Indonesia Emas 2045.


“Alumni ITB khususnya yang berusia muda tentu akan menjadi bagian dari bonus demografi, menghadapi tantangan ekonomi-politik yang tentu akan jauh berbeda saat kita baru merdeka,” kata Lutfi.

Menyikapi hal ini, Ketua Dewan Pakar Koalisi Indonesia Maju Burhanuddin Abdullah mengatakan tak perlu khawatir karena Prabowo memiliki sikap konsisten dalam hidupnya, terlebih soal perekonomian untuk rakyat.

"Gagasan yang disampaikan Prabowo konsisten, dari dulu sampai sekarang dia selalu mengerjakan apa yang dia sampaikan dari dulu sampai sekarang," kata Burhanudin.

Itu sebabnya, Ketua Dewan Pembina Relawan Prabowo-Gibran (RMPG) Khalid Zabidi yang juga Alumni ITB dan hadir dalam diskusi siap menyumbangkan pikiran bagi pemerintahan ke depan.

"Kami alumni ITB ingin dan mau berkontribusi dan berhubung dengan Pak Prabowo-Gibran dengan apa yang kita miliki yaitu misalnya kompetensi dalam hal ini adalah inovasi, pengetahuan dan teknologi serta berpengaruh ke ekonomi," kata Khalid.

Dari diskusi ini, B-Club sendiri merilis delapan tantangan ekonomi Indonesia untuk pemerintah ke depan.

Pertama adalah tantangan mewujudkan Kedaulatan Pangan di mana negara tidak hanya mampu menjaga ketersediaan pangan yang bergizi untuk masyarakatnya, tetapi juga mampu memproduksi sumber daya pangan secara mandiri di tengah ancaman krisis global. Kedua, tantangan mewujudkan Kedaulatan Energi di mana sebagai bangsa kita perlu mempersiapkan secara cermat kebijakan transisi energi dari ketergantungan terhadap bahan bakar fosil menjadi sumber energi baru dan terbarukan serta konservasi energi.

Ketiga, tantangan mewujudkan Perekonomian Baru dan Hijau, di mana sebagai negara maritim kita mampu mengoptimalkan sumber daya perikanan dan kelautan yang selaras dengan agenda perubahan iklim. Keempat, tantangan penciptaan lapangan kerja, utamanya bagi generasi muda.

Kelima, tantangan perkembangan teknologi berbasis digitalisasi dan otomatisasi di segala bidang untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi sekaligus mereduksi lapangan kerja. Keenam, tantangan percepatan pembangunan untuk segera menangkap peluang bonus demografi dan keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Ketujuh, tantangan pembiayaan pembangunan terutama untuk membiaya program-program prioritas baru dan program strategis yang harus dilanjutkan. Terakhir, tantangan geopolitik global yang tak stabil dan tak konvergen yang berdampak pada stabilitas ekonomi negara menengah seperti Indonesia seperti persoalan mata uang, inflasi, kenaikan impor dan lain-lain.

Dalam diskusi ini juga dihadiri, Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Mohammad Jumhur Hidayat dan Presiden Institut Otomotif Indonesia I Made Dana Tangkas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya