Berita

Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani/Ist

Politik

Sekjen Gerindra: Jangan Jadikan Kemenangan Sebagai Bunker Pengaman

SENIN, 13 MEI 2024 | 14:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ucapan terima kasih disampaikan Sekretaris Jenderal Gerindra Ahmad Muzani atas perjuangan para kader, pengurus, relawan, dan caleg dalam kemenangan Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

Ucapan itu disampaikan Ahmad Muzani saat hadir dalam halal bihalal pengurus Partai Gerindra se-Jawa Barat, di Karawang, Senin (13/5).

"Terpilihnya Pak Prabowo sebagai presiden tentu karena perjuangan kita semua," kata Muzani.


Muzani mengatakan bahwa memenangkan Prabowo presiden tidaklah cukup. Menurutnya, Prabowo tetap membutuhkan dukungan dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan. Termasuk dukungan yang kuat dari parlemen dan partai politik.

"Tujuannya agar setiap janji-janji kampanye politik seperti makan siang dan minum susu gratis, pupuk murah, dan lainnya bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Itu sebabnya, Wakil Ketua MPR RI ini menegaskan kepada seluruh pihak tidak memanfaatkan kemenangan Prabowo sebagai presiden digunakan untuk melakukan hal-hal buruk. Sebab, pemerintahan Prabowo-Gibran hanya digunakan seluruhnya untuk kepentingan rakyat dan bangsa.

"Maka jangan pernah berharap kekuasaan ini akan dijadikan sebagai bunker pengaman bagi mereka yang ingin berbuat gelap, berbuat hitam," katanya.

Sebab, kata Muzani, kekuasaan yang dipegang di bawah kepemimpinan Prabowo adalah kekuasaan yang digunakan untuk kebaikan, kebenaran, menciptakan rasa aman, dan berpihak kepada rakyat kecil.

"Inilah tekad Pak Prabowo karena jabatan presiden yang beliau pegang hanyalah alat untuk membela wong cilik," demikian Muzani.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya