Berita

Delegasi Fraksi PKS di Markas WHO/Ist

Politik

Solidaritas Kemanusiaan Untuk Rakyat Palestina, Diplomasi Parlemen Fraksi PKS Datangi Markas PBB

JUMAT, 10 MEI 2024 | 22:22 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Fraksi Partai Keadilan Sejahtera DPR RI mendatangi kantor pusat World Health Organization (WHO) di Jenewa Swiss pada Rabu (8/5) pukul 14.00 waktu setempat.

Delegasi Fraksi PKS dipimpin langsung oleh Ketua Majelis Syura PKS Dr. Salim Segaf Aljufri, Presiden PKS Ahmad Syaikhu, Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini, Wakil Ketua BKSAP Sukamta serta dua politisi muda dan Anggota DPR Terpilih 2024-2029 Idrus Salim Aljufri dan Yanuar Arif Wibowo. Turut mendampingi Deputi Watap PTRI Jenewa Duta Besar Achsanul Habib.

Delegasi Fraksi PKS diterima langsung oleh Direktur Jenderal WHO, Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus yang didampingi Deputi Direktur Jenderal WHO, Dr. Mike Ryan serta Jajaran Pejabat WHO yang turut hadir.


Tedros Adhanom menyambut baik kehadiran Fraksi PKS DPR dan menyampaikan terima kasih atas ajakan kerjasama dan kolaborasi untuk kebijakan kesehatan dunia yang lebih maju. Menurut Tedros Parlemen punya peran penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui kebijakan legislasi, anggaran, dan pengawasan.

Misi Perdamaian Dunia


Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dalam pengantarnya mengatakan bahwa kunjungan Fraksi PKS secara berkala dilakukan ke Badan-Badan PBB dalam rangka diplomasi Parlemen.

"Kami menjalankan amanat konstitusi Indonesia UUD 1945 yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Selain ke WHO kami sudah berkunjung ke UNHCR, UNDP UNESCO, FAO, dan KTHAM," ujar Jazuli.

WHO, kata Jazuli Juwaini, punya peran strategis dalam kerangka kerjasama global untuk mewujudkan dunia yang sehat dan sejahtera bagi semua orang dari segala ancaman penyakit baik yang bersifat pandemik maupun ekses dari konflik dan peperangan.

"Kesehatan telah menjadi isu kemanusiaan global. Bukan lagi isu nasional suatu negara atau kawasan. Sehingga membutuhkan kerjasama dan kolaborasi diantara negara-negara di dunia," kata Anggota DPR Dapil Banten ini.

Dalam kesempatan yang sama Presiden PKS Ahmad Syaikhu berharap WHO dapat terus mendorong peningkatan kualitas kesehatan dalam kerangka keamanan kesehatan serta jaminan kesehatan universal.

WHO juga diharapkan terus mendorong tanggung jawab setiap negara untuk menjaga kelestarian lingkungan dan dampaknya pada ekosistem kesehatan dunia sebagai antisipasi dari perubahan iklim.

"PKS siap berkolaborasi dan menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pemerataan dan keadilan jaminan kesehatan bagi seluruh rakyat khususnya di Indonesia," ungkap Syaikhu.

Perjuangkan Kemanusiaan Rakyat Palestina


Sementara itu, Ketua Majelis Syura PKS Salim Segaf Aljufri dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada WHO dan penghargaan atas perannya dalam mempromosikan, mencegah, memitigasi, dan meningkatkan derajat kesehatan penduduk dunia di berbagai negara khususnya di Indonesia.

Peran WHO juga sangat vital dalam membela hak-hak kesehatan masyarakat di di berbagai wilayah konflik dan perang. Lebih jauh sebagai organisasi kesehatan dunia, WHO dituntut lebih determinatif dalam melakukan aksi kemanusiaan guna menyelamatkan nyawa rakyat sipil korban perang.

"Kita semua prihatin ada saudara-saudara kita yang mengalami situasi perang dan penindasan yang menghancurkan sistem kesehatan sehingga memperburuk kondisi kesehatan mereka seperti yang terjadi pada rakyat Palestina," ungkap Dr. Salim.

Menteri Sosial RI 2009-2014 menyampaikan duka dan keprihatinan mendalam atas nasib rakyat Palestina. Selama 6 bulan agresi Israel di Gaza, lebih dari 34 ribu orang meregang nyawa, sebagian besar—lebih dari 70% nya—adalah bayi, anak-anak, perempuan, dan orang tua.  

"Mereka tewas di tangan mesin perang agresor dan mayoritas tidak tertolong karena sistem kesehatan telah lumpuh total, rumah sakit dihancurkan, tidak ada obat-obatan, tidak ada dokter, tidak ada tenaga medis yang tersisa, akses relawan juga ditutup dari segala penjuru," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Yang lebih menyedihkan, gelombang pengungsi di kamp-kamp pengungsian bisa meninggal perlahan karena minimnya akses makanan, air, layanan kesehatan, sanitasi, sehingga wabah penyakit menyebar di tengah-tengah kehancuran lingkungan dan tempat tinggal mereka.   

"Untuk itu, melalui forum pertemuan ini, kami terus mendorong agar WHO bersuara lebih keras dan bertindak lebih maju untuk menyelamatkan nyawa manusia di Gaza Palestina dan negara-negara konflik lainnya," tandas pria yang pernah Duta Besar RI 2005-2009.

"Kita ingin melihat dunia yang lebih damai, tertib, dan berkeadilan. Dunia yang nyaman dan aman untuk seluruh warganya. Untuk itu, kami juga menyerukan stop perang, stop agresi, stop penjajahan, stop genosida terhadap rakyat Palestina dan rakyat dunia manapun," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Negara Hadir, Penanganan Gempa NTT Dilakukan Cepat dan Terkoordinasi

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:26

Legislator PDIP Anggap Semu Keberhasilan Swasembada Pangan Pemerintah

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:18

Anggota PJ91 Gelar Plogging di Lapangan Utama Jamnas 2026

Minggu, 16 Agustus 2026 | 00:01

Dinamika Internal Organisasi Jelang Muktamar NU Makin Panas

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:46

HNI Berkontribusi dalam Gerakan Perekonomian dan Serap Tenaga Kerja

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:38

Program Prabowo Perkuat Layanan Kesehatan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:23

Tantangan Membangun Sistem Pertahanan Udara Nasional

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00

Transformasi BRI Tuai Pengakuan Global

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:52

Dampak Gempa NTT, Wings Air Batalkan 8 Penerbangan di Ende

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:28

Pemerintah Kerahkan Personel Gabungan ke Daerah Terdampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 21:50

Selengkapnya